Kediri, Tandaglobal.news Petani bawang merah di Dusun Dampit, Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri mulai memanfaatkan teknologi panel surya sebagai sumber energi untuk menyalakan lampu di area pertanian.

Inovasi yang diterapkan pada Rabu (29/7/2026) ini menjadi salah satu upaya mengendalikan serangan hama kaper yang kerap merusak tanaman hingga berpotensi menyebabkan gagal panen.

Lampu bertenaga surya dipasang di lahan pertanian sebagai sumber penerangan pada malam hari tanpa menggunakan pasokan listrik dari jaringan PLN.

Di bawah lampu ditempatkan ember berisi air yang telah dicampur insektisida untuk menjebak hama kaper yang tertarik pada cahaya.

Metode tersebut memanfaatkan sifat alami hama kaper yang aktif pada malam hari dan mendekati sumber cahaya.

Hama yang datang akan jatuh ke dalam ember berisi air bercampur insektisida sehingga mati sebelum sempat bertelur di tanaman bawang merah.

Cara ini diharapkan mampu menekan perkembangan ulat yang berasal dari telur kaper, yang menjadi penyebab utama kerusakan daun bawang merah.

Petani bawang merah, Jefri, mengatakan penggunaan panel surya memberikan manfaat besar karena mampu membantu mengurangi populasi hama sekaligus mempermudah aktivitas petani saat malam hari.

“Lampu tenaga surya ini sangat membantu. Kaper yang biasanya datang malam hari akan tertarik ke cahaya lalu masuk ke ember berisi air dan racun. Dengan begitu jumlah hama yang bertelur di tanaman bisa berkurang sehingga tanaman lebih aman dari serangan ulat,” ujar Jefri.

Menurut Jefri, sebelum menggunakan sistem tersebut, petani kerap mengalami serangan ulat yang berasal dari telur kaper.

Ulat kemudian memakan daun bawang merah hingga menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil panen.

“Kalau ulat sudah banyak, daun bawang habis dimakan. Dampaknya bisa sangat besar bahkan sampai gagal panen. Sekarang kami berusaha mencegah sejak hama masih berupa kaper sebelum sempat bertelur,” katanya.


Selain berfungsi sebagai perangkap hama, lampu tenaga surya juga memberikan penerangan sehingga petani dapat melakukan pengecekan maupun perawatan tanaman pada malam hari dengan lebih mudah.

Pemanfaatan energi matahari tersebut dinilai lebih efisien karena tidak memerlukan pasokan listrik dari PLN.

Jefri menambahkan, biaya yang dibutuhkan untuk memasang satu set panel surya beserta lampu sebagai penerangan dan perangkap hama sekitar Rp800 ribu.

Menurutnya, biaya tersebut sebanding dengan manfaat yang diperoleh karena dapat membantu mengurangi serangan hama sekaligus memudahkan aktivitas petani saat bekerja di lahan pada malam hari.