



Tandaglobal.news | Kediri — Persik Kediri resmi mengakhiri kebersamaan dengan pemain senior sekaligus ikon lokal, Faris Aditama, setelah 11 musim membela Macan Putih. Kompetisi Super League musim 2025/2026 menjadi musim terakhir bagi pemain asli Kediri tersebut mengenakan seragam Persik.
Perpisahan ini menandai berakhirnya perjalanan panjang salah satu pemain paling loyal dalam sejarah Persik Kediri.
Faris yang kini berusia 38 tahun juga tercatat sebagai pemain tertua di skuad Macan Putih. Rekor pengabdiannya selama 11 musim menyamai catatan legenda Persik Kediri, Harianto.
Manajer Tim Persik Kediri, Rachmad Tri Kuncara, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Faris yang selama bertahun-tahun menjadi teladan bagi rekan setim, terutama para pemain muda.
“Faris Aditama merupakan sosok pemain, yang tidak hanya menjadi panutan tapi juga teladan baik di dalam ataupun luar lapangan. Banyak pemain muda yang bergabung di Persik Kediri menjadikan sosok Faris Aditama sebagai seorang mentor dalam segi teknis dan sikap,” ujar Rachmad Tri Kuncara.
Perjalanan Faris bersama Persik dimulai pada periode 2010 hingga 2015. Pada masa itu, ia turut memperkuat Macan Putih di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014/2015 sebelum melanjutkan karier bersama sejumlah klub di Indonesia.
Pada musim 2018/2019, Faris kembali ke Persik Kediri ketika tim baru promosi ke Liga 2. Kepulangannya menjadi tambahan kekuatan bagi Macan Putih yang pada akhir musim berhasil menjuarai Liga 2 dan memastikan promosi kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Keberhasilan tersebut menjadi awal periode kedua pengabdiannya bersama Persik Kediri.
Saat klub kembali bersaing di Liga 1, Faris dipercaya mengenakan ban kapten dan memimpin tim di lapangan berbekal pengalaman serta jiwa kepemimpinannya.
“Faris Aditama menghadirkan banyak memori untuk Persik Kediri. Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan besar bisa bekerja sama dengan Faris Aditama,” jelas Kuncara.
Selama berseragam Persik Kediri, pemain bernomor punggung 13 itu membukukan 111 penampilan di berbagai ajang kompetisi dengan torehan 9 gol dan 6 assist.
Ia juga mencatatkan rekor konsisten dengan selalu mencetak gol pada setiap musim sejak 2019/2020 hingga 2023/2024.
Pada musim 2024/2025, meski tidak mencetak gol, Faris tetap menyumbangkan satu assist bagi tim.
Salah satu momen paling berkesan tercipta pada pekan ke-33 Liga 1 musim 2023/2024 saat gol Faris sempat membawa Persik unggul 4-3 atas PSS Sleman.
Meski pertandingan akhirnya berakhir imbang 4-4, gol tersebut menjadi salah satu kontribusi penting yang masih dikenang para pendukung Macan Putih.
Bagi Persik Kediri, Faris Aditama bukan sekadar pemain senior, melainkan simbol loyalitas yang telah mengabdikan sebagian besar karier profesionalnya untuk klub kebanggaan masyarakat Kediri.
“Waktu 11 musim adalah sangat panjang. Faris Aditama adalah salah satu simbol loyalitas, komitmen serta semangat dari seorang pemain. Nama Faris sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah emas Persik Kediri. Hanya klub legenda, yang memiliki pemain legenda. Faris akan selalu memiliki tempat khusus di hati para suporter dan klub,” pungkas Rachmad Tri Kuncara.




















Tinggalkan Balasan