Bhabinkamtibmas Polsek Plosoklaten mendampingi petani Desa Kayunan dalam pengelolaan lahan pertanian. (Dok. Istimewa)

Tandaglobalnews KEDIRI – Upaya menjaga produktivitas pertanian terus dilakukan di Desa Kayunan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Saat tanaman memasuki fase pertumbuhan, petani mulai meningkatkan perhatian terhadap berbagai faktor yang dapat memengaruhi hasil panen, salah satunya pengendalian gulma.

Untuk mendukung hal tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Kayunan Polsek Plosoklaten Polres Kediri, Aipda Syaiful Huda, melakukan pendampingan dan berdiskusi bersama petani serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di area pertanian setempat.

Dalam kegiatan tersebut, mereka membahas kondisi tanaman sekaligus langkah-langkah penanganan gulma yang berpotensi menghambat pertumbuhan apabila tidak dikendalikan sejak dini. Selain itu, petani juga mendapatkan masukan terkait penggunaan sarana pertanian yang tepat agar tanaman dapat tumbuh optimal hingga masa panen.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Plosoklaten AKP Didik Suryono, S.H., mengatakan pendampingan yang dilakukan jajaran kepolisian merupakan bentuk dukungan terhadap keberlangsungan sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan nasional.

“Petani sering menghadapi berbagai tantangan selama proses budidaya. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antara petani, penyuluh pertanian, serta pihak terkait perlu terus diperkuat agar setiap kendala dapat segera diatasi dan tidak memengaruhi hasil produksi,” ujar AKP Didik.

Ia menambahkan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan dan mendukung program swasembada pangan yang menjadi salah satu fokus dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Melalui pendampingan yang dilakukan secara rutin, diharapkan petani semakin mudah memperoleh informasi dan solusi atas berbagai permasalahan di lapangan. Dengan demikian, produktivitas lahan pertanian di Desa Kayunan dapat terus terjaga dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketersediaan pangan di Kabupaten Kediri maupun tingkat nasional.

Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim