Kediri,Tandaglobal.news-Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan arahan terkait menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Kediri. Arahan tersebut disampaikan dalam Dialog Kebangsaan antara Forkopimda dengan seluruh elemen di Kota Kediri, Selasa (11/8/2026) di Ruang Joyoboyo. Dialog ini mengambil tema Merawat Bhineka Tunggal Ika Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital.

Vinanda mengatakan, ada banyak hal yang dapat memecah belah persatuan pertama terkait hoax. Dimana era digitalisasi ini sangat banyak isu yang beredar dan belum diketahui kebenarannya. Kedua, mengenai isu intoleransi sehingga jangan sampai perbedaan pandangan, latar belakang, dan kelompok menjadi alasan untuk bermusuhan. Perbedaan ini bisa dijadikan kekuatan dan memperluas wawasan.

“Saya percaya dalam membangun daerah tidak bisa hanya dilaksanakan pemerintah. Kita butuh dukungan seluruh elemen masyarakat. Dengan adanya dukungan semua pihak saya yakin Kota Kediri menjadi lebih rukun, aman dan maju,” jelasnya.

Selama ini Forkopimda Kota Kediri selalu kuat bersinergi. Dalam konteks menjaga stabilitas sosial, politik, dan keamanan, Forkopimda menjadi menjadi rumah besar untuk menggali informasi, konsultasi dan mengambil langkah strategis bersama-sama.

Hal tak kalah penting juga dalam meningkatkan kewaspadaan dini untuk menciptakan stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Karena itu, kewaspadaan dini tidak hanya berbicara mengenai keamanan perlu melihat persoalan sosial, ekonomi, politik, budaya, hingga dinamika di ruang digital. Tujuan kewaspadaan dini adalah melakukan pendeteksian, identifikasi, penilaian, analisis, dan penyajian informasi sehingga pemerintah dapat memberikan peringatan dan mengambil langkah antisipasi.

“Di daerah, tugas ini tidak berdiri sendiri. Ada tim kewaspadaan dini pemerintah daerah dan ada Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat atau FKDM. Prinsip dasarnya sederhana lebih baik kita mengetahui potensi masalah lebih awal daripada menangani masalah setelah berkembang menjadi konflik,” ujar Wali Kota Kediri.

Mbak Wali menyampaikan, berdasarkan pemantauan sampai akhir Juli, terdapat beberapa indikator yang menunjukkan adanya peningkatan eskalasi. Di antaranya adalah meningkatnya penyampaian aspirasi masyarakat, potensi konflik sosial, gangguan di ruang siber, serta dinamika keamanan nasional.

Memasuki Agustus, isu-isu tersebut berpotensi saling beririsan. Persoalan sosial dapat bertemu dengan persoalan politik. Persoalan ekonomi dapat berkembang menjadi keresahan sosial. Dan semuanya dapat diperkuat oleh penyebaran informasi di ruang digital. Di sisi lain, Agustus juga memiliki momentum nasional yang besar, terutama Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Sidang MPR dan agenda kenegaraan lainnya.

“Karena itu kita membutuhkan langkah antisipasi yang komprehensif. Prinsipnya adalah mencegah eskalasi sebelum menjadi gangguan nyata. Jangan menunggu situasi menjadi besar baru kita bergerak,” ungkapnya.

Editor: Rizky Rusdiyanto