Bersih Desa dan Hari Jadi ke-891, Desa Doko Lestarikan Tradisi dan Perkuat Kebersamaan

Prosesi penyambutan bernuansa adat mewarnai puncak peringatan Bersih Desa dan Hari Jadi ke-891 Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, sebagai bentuk pelestarian tradisi yang terus dijaga masyarakat. (Dok. TGN/Roni Ardiansyah)

Tandaglobal.news | Kediri – Pemerintah Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri menggelar puncak peringatan Bersih Desa sekaligus Hari Jadi Desa Doko ke-891 pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas berkah dan keselamatan yang diterima, sekaligus upaya melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kepala Desa Doko, Diah Widarni, mengatakan tradisi Bersih Desa telah berlangsung sejak lama dan terus dipertahankan oleh setiap periode pemerintahan desa. Menurutnya, pemerintah desa saat ini hanya meneruskan warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Desa Doko.

“Tradisi ini sudah ada sejak dulu. Kami hanya melanjutkan warisan para pendahulu agar tetap lestari,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 25 Juni dengan berbagai agenda keagamaan dan budaya. Diawali mapak tanggal pada malam 1 Muharam, dilanjutkan khataman Al-Qur’an serentak se-Desa Doko, pengajian umum, tahlil di Makam Timur dan Makam Barat, tradisi gunungan, hingga puncak Bersih Desa yang digelar pada Selasa (7/7/2026).

Pada puncak peringatan, masyarakat menggelar kirab gunungan yang berisi hasil bumi dan aneka makanan sebagai simbol rasa syukur atas rezeki dan hasil panen. Gunungan tersebut diarak oleh warga yang mengenakan busana adat Jawa dengan iringan payung kebesaran tradisional, sehingga menghadirkan suasana semarak sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya yang masih terjaga di Desa Doko.

Rangkaian acara juga diwarnai prosesi penyambutan bernuansa adat yang melibatkan para pembawa sesaji dengan mengenakan pakaian tradisional. Prosesi tersebut menjadi bagian dari pelestarian budaya lokal yang terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Selain prosesi adat, masyarakat juga disuguhkan pertunjukan seni tari tradisional yang menjadi bagian dari puncak Bersih Desa. Antusiasme warga terlihat dengan memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan seluruh rangkaian acara, mulai dari kirab budaya hingga penampilan seni yang berlangsung di kawasan desa.

Baca Juga  Dua Hari Operasi Gabungan, Petugas Sita 6.896 Batang Rokok Ilegal di Kota Kediri

Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Doko membentuk panitia yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), RT, RW, PKK, kader Posyandu, hingga lembaga kemasyarakatan lainnya. Keterlibatan seluruh elemen ini menjadi wujud semangat gotong royong yang terus dijaga oleh masyarakat Desa Doko.

Menurut Diah Widarni, Bersih Desa bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan warga serta mengajak masyarakat untuk terus menjaga budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

“Kami ingin budaya ini tetap terjaga sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat,” katanya.

Ia berharap peringatan Hari Jadi Desa Doko ke-891 menjadi pengingat bahwa pembangunan desa merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh warga diharapkan terus menjaga kekompakan agar desa semakin maju, aman, dan sejahtera.

“Semoga seluruh warga selalu diberi kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan serta terus bergotong royong membangun desa,” pungkasnya.


Jurnalis: Roni Ardiansyah

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *