Tandaglobal.news | Kediri – Di tengah hiruk pikuk aktivitas masyarakat di kawasan Alun-Alun Kota Kediri, berdiri sebuah bangunan yang telah menjadi saksi perjalanan sejarah selama lebih dari dua abad.

Masjid Agung Kota Kediri bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga menyimpan jejak perkembangan Islam dan perjalanan Kota Kediri sejak abad ke-18.

Masjid yang berada di sisi barat Alun-Alun Kota Kediri ini diyakini telah berdiri sejak 1771 Masehi.

Tahun tersebut diketahui dari prasasti kayu yang terpasang pada mahkota joglo Masjid Induk lama, yang hingga kini menjadi bukti autentik usia masjid.

Staf Sekretariat Masjid Agung Kota Kediri, Zaki, menjelaskan bahwa keberadaan prasasti tersebut menjadi salah satu penanda sejarah berdirinya masjid.

“Kalau melihat dari prasastinya, masjid ini mulai berdiri pada tahun 1771,” ujarnya.

Pada masa awal berdirinya, masyarakat mengenalnya sebagai Masjid Jami’ Kediri. Kala itu, masjid berfungsi sebagai pusat ibadah sekaligus tempat berkumpulnya masyarakat untuk bermusyawarah dan memperdalam ilmu agama.

Seiring perkembangan Kota Kediri, fungsi masjid pun semakin luas hingga akhirnya dikenal sebagai Masjid Agung Kota Kediri.

Perubahan nama tersebut mencerminkan semakin besarnya peran masjid dalam kehidupan masyarakat.

Tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan salat berjemaah, Masjid Agung juga menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan yang terus berlangsung hingga saat ini.

Seiring bertambahnya jumlah jemaah dan perkembangan kota, bangunan masjid beberapa kali mengalami renovasi.

Pemugaran terbesar dilakukan pada periode 2002 hingga 2006 untuk memperluas kapasitas serta meningkatkan kenyamanan masyarakat.

Meski demikian, unsur-unsur bersejarah tetap dipertahankan.

Bangunan imaman lama yang menjadi bagian awal berdirinya masjid masih tersimpan di bagian bawah bangunan utama.

Pengelola sengaja mempertahankan struktur tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah yang telah diwariskan para pendahulu.

“Bangunan lama tidak dihilangkan. Imaman yang asli masih tetap ada dan menjadi bagian dari sejarah Masjid Agung Kota Kediri,” jelas Zaki.