Tandaglobal.news | Kediri — Tumpukan sepah tebu milik Bonari yang berada di Dusun Nggaluhan, Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, terbakar pada Kamis (16/7/2026) sore.

Peristiwa tersebut diduga dipicu rembetan api dari kebakaran lahan tebu milik PG Ngadirejo yang berada di dekat lokasi penyimpanan sepah tebu.

Laporan kebakaran diterima petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kediri sekitar pukul 15.00 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Damkar Pos Ngadiluwih langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 15.05 WIB dan tiba sekitar pukul 15.21 WIB.

Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan dua unit armada, masing-masing satu unit mobil pemadam dari Pos Ngadiluwih berkapasitas 2.500 liter dan satu unit armada dari Pos Pare berkapasitas 5.000 liter. Sebanyak sembilan personel diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api.

Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan api diduga berasal dari rembetan kebakaran lahan tebu di sekitar lokasi.

Namun hingga saat ini penyebab pasti munculnya kebakaran masih dalam penyelidikan.

“Api diduga berasal dari rembetan kebakaran lahan tebu milik PG Ngadirejo yang berada di samping lokasi penyimpanan sepah tebu. Untuk penyebab awal kebakaran masih belum diketahui secara pasti,” ujar Kaleb.

Menurutnya, proses pemadaman berlangsung selama hampir dua jam hingga api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sesuai prosedur operasional standar (SOP).

“Petugas berhasil memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke area sekitar. Dalam penanganan ini kami mengerahkan dua armada pemadam dan sembilan personel,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta. Sementara aset yang berhasil diselamatkan ditaksir senilai Rp10 juta.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Petugas memastikan kondisi lokasi telah aman setelah proses pendinginan selesai dilakukan pada pukul 17.15 WIB.

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya penanganan cepat dalam kebakaran yang melibatkan material mudah terbakar seperti sepah tebu.

Respons awal yang cepat dari petugas pemadam kebakaran menjadi salah satu faktor yang membantu mencegah kobaran api meluas ke area sekitar maupun ke objek lain yang berada di dekat lokasi kejadian.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan petugas.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan yang berdekatan dengan lahan pertanian atau lokasi penyimpanan material kering yang mudah terbakar, khususnya saat kondisi cuaca panas dan kering.