
Tandaglobal.news | Kediri — Musim kemarau kembali menghadirkan pemandangan khas di Kota Kediri. Deretan pohon tabebuya mulai bermekaran di sejumlah ruas jalan utama, menghadirkan semburat warna kuning dan merah muda yang mempercantik wajah kota sekaligus menarik perhatian masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (14/7/2026), bunga tabebuya tampak mekar cukup lebat di beberapa titik. Ranting-ranting pohon dipenuhi bunga, sementara kelopak yang berguguran membentuk hamparan warna di bawah pepohonan, menciptakan suasana yang asri dan nyaman dipandang.
Keindahan tersebut dimanfaatkan warga untuk mengabadikan momen. Beberapa orang terlihat berhenti di tepi jalan untuk berfoto, sedangkan pengendara yang melintas tampak memperlambat laju kendaraan sejenak agar dapat menikmati panorama tabebuya yang sedang memasuki masa berbunga.
Pemandangan tabebuya dapat dijumpai di sejumlah ruas jalan utama Kota Kediri, seperti Jalan Dhoho, Jalan Mauni, Jalan Diponegoro, Jalan Letjen S. Parman, Jalan Mayor Bismo, Jalan Penanggungan, hingga kawasan Bandar Ngalim. Keberadaan pohon-pohon tersebut membuat kawasan perkotaan terlihat lebih rindang sekaligus menambah nilai estetika lingkungan.
Tabebuya merupakan tanaman yang berasal dari kawasan Amerika Tengah hingga Amerika Selatan. Seiring perkembangannya, tanaman ini banyak dibudidayakan di berbagai negara beriklim tropis, termasuk Indonesia, sebagai tanaman penghijauan karena mampu beradaptasi dengan cuaca panas serta memiliki bunga yang mencolok.
Dalam beberapa tahun terakhir, tabebuya semakin banyak ditanam di berbagai kota di Indonesia sebagai bagian dari penataan ruang terbuka hijau dan penghijauan kawasan perkotaan. Selain memberikan keteduhan, pohon ini juga dikenal memiliki sistem perakaran yang relatif tidak merusak trotoar maupun infrastruktur di sekitarnya.
Tabebuya kerap dijuluki sebagai “sakura tropis” karena saat memasuki musim berbunga, sebagian besar daunnya akan berguguran sehingga bunga tampak memenuhi ranting-ranting pohon. Meski memiliki tampilan yang sekilas menyerupai sakura, tabebuya berasal dari spesies yang berbeda dan tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan pohon sakura asal Jepang.
Bagi masyarakat Kota Kediri, mekarnya tabebuya menjadi pemandangan yang selalu dinantikan setiap musim kemarau. Selain mempercantik wajah kota, hamparan bunga tersebut menghadirkan suasana yang lebih segar dan nyaman bagi warga maupun pengunjung yang melintasi berbagai sudut kota.

Jurnalis: Maya Rahmawati




















Tinggalkan Balasan