KEDIRI, Tandaglobal.news — Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kediri menjadi waktu terbaik bagi tanaman bougenville atau bunga kertas untuk menampilkan keindahannya. Tanaman yang dikenal tahan terhadap cuaca panas dan minim kebutuhan air tersebut kini banyak menarik perhatian masyarakat.

Salah satunya berada di pekarangan rumah milik Kaseri di Dusun Jomblang, Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Selasa (4/8/2026).

Deretan bougenville dengan aneka warna tumbuh subur di halaman rumah Kaseri.

Pemandangan tersebut kerap menarik perhatian warga yang melintas. Tidak sedikit pengunjung datang untuk melihat langsung keindahan tanaman itu, bahkan menanyakan kemungkinan membeli koleksi bougenville yang dimilikinya.

Kaseri mengatakan, bougenville menjadi tanaman yang paling menarik saat musim kemarau karena mampu berbunga lebat meski tidak memerlukan banyak air.

Menurutnya, tanaman tersebut justru tumbuh lebih baik ketika mendapatkan paparan sinar matahari penuh dengan penyiraman yang tidak berlebihan.

“Di musim kemarau, bougenville memang sedang bagus-bagusnya berbunga. Banyak orang datang bertanya ingin membeli, tetapi tanaman ini hanya saya pelihara di rumah dan tidak untuk dijual.” Jelas Keseri.

“Sekarang juga ada bougenville sambung yang memiliki beberapa warna bunga dalam satu pohon sehingga terlihat lebih indah,” ujarnya.

Bougenville berasal dari kawasan tropis dan subtropis Amerika Selatan sehingga memiliki kemampuan beradaptasi dengan cuaca panas.

Tanaman ini tersedia dalam berbagai pilihan warna, mulai putih, krem, merah muda, merah, ungu, hingga oranye. Bahkan, melalui teknik sambung, satu pohon dapat menghasilkan beberapa warna bunga sekaligus.

Selain memiliki tampilan yang menarik, bougenville juga dikenal tidak menyukai media tanam yang terlalu basah.

Sistem perakarannya berkembang baik pada tanah dengan drainase yang lancar. Penyiraman berlebihan justru dapat menghambat pembungaan, sedangkan kondisi tanah yang relatif kering mampu merangsang munculnya bunga lebih lebat.