Tandaglobal.news | KediriBadan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat inflasi Kota Kediri pada Juni 2026 tetap berada pada level yang lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Timur maupun nasional. Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang disampaikan secara daring, inflasi bulanan (month-to-month/mtm) Kota Kediri tercatat sebesar 0,12 persen, sedangkan Jawa Timur mencapai 0,30 persen dan nasional 0,44 persen.

Pada indikator inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd), Kota Kediri mencatat angka 1,27 persen, lebih rendah dibandingkan Jawa Timur 1,74 persen dan nasional 1,79 persen. Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Kota Kediri sebesar 2,92 persen, juga berada di bawah Jawa Timur yang mencapai 3,36 persen maupun nasional sebesar 3,34 persen.

Perbandingan Inflasi Juni 2026

IndikatorKota KediriJawa TimurNasional
Inflasi Bulanan (mtm)0,12%0,30%0,44%
Inflasi Tahun Kalender (ytd)1,27%1,74%1,79%
Inflasi Tahunan (yoy)2,92%3,36%3,34%

Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, mengatakan penyumbang inflasi bulanan terbesar berasal dari kelompok transportasi dengan andil 0,25 persen.

“Berdasarkan kelompok pengeluaran, penyumbang inflasi bulanan terbesar berasal dari kelompok transportasi dengan andil 0,25 persen,” katanya.

Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi antara lain bensin sebesar 0,20 persen, bawang putih 0,06 persen, serta emas perhiasan, angkutan udara, dan bawang merah masing-masing 0,03 persen. Selain itu, ikan bandeng, wortel, minyak goreng, dan pisang masing-masing menyumbang 0,02 persen, sedangkan televisi berwarna sebesar 0,01 persen.

Fakta Menarik

  • Inflasi bulanan Kota Kediri pada Juni 2026 tercatat 0,12 persen, lebih rendah 0,18 poin persentase dibandingkan Jawa Timur yang mencapai 0,30 persen.
  • Dibandingkan tingkat nasional yang sebesar 0,44 persen, inflasi bulanan Kota Kediri juga lebih rendah 0,32 poin persentase.
  • Berdasarkan kelompok pengeluaran, transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,25 persen.
  • Dari sisi komoditas, bensin menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,20 persen, diikuti bawang putih sebesar 0,06 persen.

BPS mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi inflasi pada Juli 2026, di antaranya kenaikan tarif pendidikan pada awal tahun ajaran baru, ketersediaan dan distribusi bahan pangan akibat pengaruh cuaca, serta potensi kenaikan harga komoditas elektronik dan suku cadang kendaraan karena pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Masyarakat diimbau tetap bijak dalam berbelanja dan merencanakan pengeluaran rumah tangga, sementara pemerintah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus melakukan pengawasan terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri – Berita Resmi Statistik Inflasi Juni 2026.