
Tandaglobalnews KEDIRI – Dalam rangka melestarikan kebudayaan Jawa sekaligus sebagai wujud rasa syukur, Ndalem Dewobroto menyelenggarakan kegiatan adat akbar bertajuk Suran Agung Ndalem Dewobroto. Acara kebudayaan dengan tema “Angudi Luhuring Kabudhayan, Hamemayu Hayuning Bawono” ini terbuka untuk umum dan menyajikan serangkaian prosesi sakral serta seni pertunjukan dari pagi hingga malam hari.
Ketua Pelaksana Acara, Chandra, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini diisi dengan rangkaian acara kebudayaan yang sangat runut dan sarat makna. Kemeriahan dimulai sejak pagi hari dengan penampilan Kesenian Jaranan, dilanjutkan dengan prosesi adat Kirab Gunungan Sajodo yang menjadi simbol kemakmuran dan kebersamaan masyarakat.
“Setelah memasuki waktu magrib, rangkaian acara diteruskan dengan prosesi ritual yang lebih khidmat, yakni Caos Dhahar Wilujengan (selamatan) dan upacara ritual Jamasan Pusaka yang dipusatkan di area utama pendopo,” ujar Chandra saat memberikan keterangan di sela-sela persiapan.
Puncak kemeriahan acara kemudian bergeser ke area depan gapura luar. Di lokasi tersebut, para pengunjung dan masyarakat disuguhkan penampilan seni memukau dari Sanggar Dewabrata, sebelum akhirnya ditutup dengan pagelaran utama yang paling dinantikan, yaitu Sendratari kolosal dengan lakon legendaris “Banjaran Garudeya”.
Detail Pelaksanaan Kegiatan
Nama Acara: Suran Agung Ing Ndalem Dewobroto
Hari / Tanggal: Senin, 29 Juni 2026
Waktu: Pukul 09.00 – 21.00 WIB
Lokasi: Pendopo Ndalem Dewobroto, Ds. Bulupasar, Kec. Pagu, Kab. Kediri, Jawa Timur
Agenda Utama: Jamasan Pusaka, Kesenian Jaranan, Kirab Gunungan Sajodo, Sendratari Lakon “Banjaran Garudeya”

Wujud Syukur dan Edukasi Generasi Muda
Menurut Chandra, pergelaran Suran Agung ini memiliki esensi spiritual yang mendalam bagi keluarga besar Ndalem Dewobroto. Selain sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas limpahan rezeki, keselamatan, serta kesehatan yang telah dianugerahkan selama satu tahun ke belakang, acara ini sekaligus menjadi ruang doa bersama untuk menyongsong tahun-tahun yang baru.
Selain sebagai ritual syukur, acara ini juga membawa misi edukasi yang kuat untuk masyarakat luas.
“Tujuan utama kami selain wujud syukur adalah untuk melestarikan kebudayaan, khususnya di wilayah tanah Jawa ini. Kami berharap generasi muda dapat ikut serta, mengenal, dan memahami nilai-nilai luhur dari warisan budaya kita agar tidak lekang oleh zaman,” tambah Chandra penuh harap.
Dukung UMKM Desa Bulupasar
Penyelenggaraan Suran Agung ini juga membawa dampak positif yang nyata bagi warga sekitar, khususnya di wilayah Desa Bulupasar. Selain menjadi sarana hiburan edukatif dan pelestarian seni lokal, perputaran ekonomi di sekitar lokasi acara diharapkan mampu mendongkrak omzet pelaku UMKM setempat.
Guna memastikan acara berjalan tertib dan aman, pihak panitia telah melakukan koordinasi matang terkait persiapan teknis venue, perizinan, hingga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah desa setempat.
Perhelatan akbar ini turut dihadiri oleh jajaran undangan kehormatan, di antaranya perwakilan dari Kementerian Kebudayaan – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur, Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kebudayaan Kabupaten Kediri, DK3, serta berbagai organisasi, paguyuban (seperti Pakasa), dan komunitas pencinta budaya se-Kabupaten/Kota Kediri. Tak ketinggalan, perwakilan Abdi Dalem dari Yogyakarta dan Surakarta juga tampak hadir memadati pelataran Ndalem Dewobroto.
Jurnalis : Fitri Rahayu