
Tandaglobalnews KEDIRI – Kebakaran melanda kandang ayam milik Fajrul Falah di Dusun Pulosari, Desa Duwet, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Rabu (17/6) malam. Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.
Laporan kebakaran diterima petugas dari Damkar Kota Kediri sekitar pukul 19.28 WIB. Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih kemudian diberangkatkan pada pukul 19.30 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 19.50 WIB untuk melakukan penanganan.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh penjaga kandang saat sedang beristirahat. Saat itu terdengar suara ledakan dari area kandang.
“Saksi yang berada di lokasi mendengar suara ledakan. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui ada bagian kandang ayam yang sudah terbakar sehingga petugas segera dihubungi untuk melakukan penanganan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, kebakaran diduga berasal dari pemanas berbahan arang yang masih menyala tanpa pengawasan. Api kemudian membesar dan menjalar ke bangunan kandang.
“Api diduga berasal dari pemanas arang yang dinyalakan tanpa pengawasan. Dugaan sementara ini masih berdasarkan hasil temuan awal di lokasi kejadian,” kata Kaleb.
Dalam proses pemadaman, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan satu unit armada dari Pos Ngadiluwih dengan enam personel. Petugas juga mendapat bantuan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Kediri yang didukung enam personel tambahan.
Upaya pemadaman berlangsung selama beberapa jam hingga api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sesuai prosedur operasional standar (SOP). Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Meski demikian, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Sementara aset senilai sekitar Rp100 juta berhasil diselamatkan dari amukan api.
“Alhamdulillah tidak ada korban dalam kejadian ini. Petugas berhasil mencegah api meluas ke area lain sehingga sebagian aset masih dapat diselamatkan,” pungkasnya.
Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim




















Tinggalkan Balasan