KEDIRI, Tandaglobal.news — Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Islam dan SD Nahdlatul Ulama (SDNU) se-Kabupaten Kediri terus mendorong penguatan kegiatan Pesta Siaga Pramuka sebagai agenda pembinaan siswa. Selain menjaga keberlanjutan kegiatan tahunan, penyelenggara berharap pelaksanaan Pesta Siaga ke-12 tahun 2026 mendapat dukungan lebih luas dari jajaran kwartir.

Kegiatan tersebut berlangsung di SDNU Miftahun Nahdloh, Jalan Satak, Dusun Dorok, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Sabtu (31/10/2026).

Kepala SDNU Miftahun Nahdloh, Robi’ah, mengatakan pihaknya berencana mengajukan piagam kegiatan kepada kwartir agar pelaksanaan Pesta Siaga memperoleh pengakuan resmi. Menurutnya, dukungan dari kwartir ranting maupun kwartir cabang diperlukan untuk memperkuat kegiatan kepramukaan di lingkungan sekolah.

“Kami berharap piagam kegiatan ini nantinya bisa diajukan kepada kwartir untuk mendapatkan pengesahan. Dengan begitu, kegiatan Pesta Siaga tidak hanya menjadi agenda antarlembaga, tetapi juga mendapat dukungan dan pengakuan dari organisasi kepramukaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Pesta Siaga melibatkan berbagai unsur, mulai dari lembaga pendidikan, LP Ma’arif PCNU Kabupaten Kediri, hingga sejumlah undangan dari unsur pemerintahan dan masyarakat. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antarlembaga sekaligus mendukung pembinaan kepramukaan bagi peserta didik.

Robi’ah menambahkan, pihaknya berharap kegiatan Pesta Siaga dapat terus dikembangkan, baik dari sisi pelaksanaan maupun jenis perlombaan. Dengan demikian, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman mengikuti kompetisi, tetapi juga pembelajaran yang bermanfaat bagi perkembangan karakter.

“Kami ingin kegiatan ini terus berlanjut dan semakin berkembang. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar pembinaan kepramukaan di sekolah dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat bagi anak-anak,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua K3S SDI-SDNU Kabupaten Kediri, Atabik, mengatakan Pesta Siaga merupakan agenda rutin yang dilaksanakan pada semester pertama. Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi antarlembaga sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa dalam mengembangkan keterampilan kepramukaan.

“Pesta Siaga ini sudah menjadi kegiatan rutin bagi lembaga SDI dan SDNU. Setiap tahun pelaksanaannya bergantian di sekolah yang berbeda. Selain mempererat hubungan antarsekolah, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar mandiri, bertanggung jawab, dan bekerja sama,” jelasnya.

Menurut Atabik, keberlanjutan kegiatan menjadi hal penting agar pembinaan karakter dan keterampilan siswa dapat dilakukan secara berkesinambungan. Ia berharap Pesta Siaga terus dilaksanakan dengan kualitas yang semakin baik serta mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa terus berjalan dan semakin baik ke depannya. Anak-anak membutuhkan ruang untuk mengembangkan kemampuan, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui kegiatan bersama seperti Pesta Siaga,” pungkasnya.

Pesta Siaga ke-12 tahun 2026 tersebut diikuti 26 dari 27 lembaga SDI-SDNU se-Kabupaten Kediri dengan jumlah peserta sekitar 500 siswa kelas I hingga III. Melalui agenda rutin ini, penyelenggara berupaya menjaga kesinambungan pembinaan kepramukaan sekaligus memperkuat kerja sama antarlembaga pendidikan.