


KEDIRI, Tandaglobal.news — LPK Jayabaya Nusantara mendorong para pemijat di Kabupaten Kediri meningkatkan keterampilan dan profesionalitas melalui pelatihan serta pengakuan kompetensi. Langkah ini dilakukan agar para pemijat mampu memberikan layanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap jasa pijat tradisional. Hal tersebut disampaikan di sela pelatihan pijat tradisional di Dusun Tegalrejo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jumat (30/10/2026).
Pimpinan LPK Jayabaya Nusantara, Bayu, mengatakan masih banyak pemijat yang mempelajari keterampilan secara otodidak. Melalui pelatihan, peserta diarahkan memahami teknik dan tahapan pemijatan secara lebih terstruktur, khususnya untuk layanan relaksasi dan kebugaran.
Menurutnya, pembelajaran lebih banyak menitikberatkan pada praktik langsung dengan komposisi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori. Dengan metode tersebut, peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya sesuai prosedur yang diajarkan.
“Harapan kami setelah pelatihan ini peserta sudah bisa praktik. Bagi yang sebelumnya sudah menjadi pemijat, pasiennya bisa bertambah dan penghasilannya meningkat. Kami juga ingin profesi pemijat tidak lagi dianggap abal-abal, tetapi memiliki keterampilan dan sertifikat,” ujar Bayu.
Ia menjelaskan, peserta mendapatkan sertifikat pelatihan dari LPK dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri. Sementara itu, peserta yang ingin memperoleh pengakuan kompetensi lebih lanjut dapat mengikuti uji kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau teman-teman ingin mengikuti ujian kompetensi, kami persilakan. Dengan begitu, kemampuan yang sudah dipelajari bisa dikembangkan dan mereka memiliki bekal untuk menunjukkan kompetensinya kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain menyelenggarakan pelatihan, LPK Jayabaya Nusantara juga memiliki komunitas pemijat yang mengadakan pertemuan setiap dua bulan sekali. Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mengevaluasi perkembangan anggota, berbagi pengalaman, serta menambah pengetahuan dari pemijat yang lebih berpengalaman.
Komunitas itu juga rutin mengadakan kegiatan bakti sosial. Melalui kegiatan tersebut, para anggota diharapkan dapat terus mengasah keterampilan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bayu menambahkan, pelatihan di Dusun Tegalrejo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Puncu, tersebut merupakan pelatihan dasar. Ke depan, peserta diharapkan dapat mengikuti pelatihan lanjutan untuk memperluas kemampuan, termasuk dalam memberikan layanan pijat relaksasi sesuai tingkat kompetensinya.
Ia berharap peningkatan keterampilan dan pengakuan kompetensi dapat membuat profesi pemijat semakin dihargai. Selain membuka peluang usaha mandiri, upaya tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian para pelaku jasa pijat.


















Tinggalkan Balasan