
KEDIRI, Tandaglobal.news — Harga tepung tapioka di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, mengalami kenaikan bertahap selama sekitar satu bulan terakhir. Dari sebelumnya berkisar Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram, kini harganya mencapai Rp17.000 per kilogram. Kondisi ini mulai dirasakan pedagang maupun pelaku usaha makanan yang menggunakan tepung tapioka sebagai bahan baku, Kamis (29/10/2026).
Mamat (30), pedagang tepung di Pasar Pamenang Pare, mengatakan kenaikan harga terjadi secara bertahap, bukan sekaligus.
Dalam beberapa hari, harga bisa naik Rp1.000 per kilogram, bahkan terkadang meningkat dua kali dalam sehari dengan kenaikan sekitar Rp500 setiap kali.

Menurut Mamat, lonjakan harga selama sebulan terakhir terasa lebih tinggi dibandingkan kenaikan sebelumnya. Kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan menentukan harga jual karena harus menyesuaikan harga dari pemasok.
“Kenaikannya bertahap, Mas. Kadang hari ini naik Rp1.000, besok naik lagi. Bahkan, dalam sehari bisa dua kali naik Rp500,” ujarnya.
Kenaikan harga tepung tapioka turut berdampak pada pelaku usaha kuliner. Mamat menyebut pedagang bakso dan siomay termasuk pihak yang merasakan dampaknya karena tepung tapioka kerap digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan makanan.
Di sisi lain, kenaikan harga juga memengaruhi pembeli yang membeli tepung secara eceran. Mamat mengaku jumlah pembeli eceran mengalami sedikit penurunan, sekitar satu hingga dua orang.
Sementara itu, pembeli yang membutuhkan tepung untuk dijual kembali atau keperluan produksi tetap berusaha membeli karena bahan tersebut diperlukan untuk menjalankan usaha.
“Kalau untuk mengikuti harga, kami juga bingung. Pembeli eceran ada yang berkurang karena harganya semakin tinggi, sedangkan yang membutuhkan untuk usaha tetap harus membeli,” kata Mamat.
Mamat menduga terbatasnya pasokan singkong menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kenaikan harga tepung tapioka. Menurut informasi yang diterimanya, ketersediaan singkong dari petani belum mencukupi, sementara harga singkong di tingkat pasar diperkirakan berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram.
Ia memperkirakan harga tepung tapioka belum akan turun dalam waktu dekat. Berdasarkan informasi dari rekan sesama pedagang, harga di daerah lain bahkan disebut telah mencapai Rp20.000 per kilogram, meskipun harga tersebut belum terjadi di wilayah Pasar Pamenang.
Mamat berharap harga tepung tapioka kembali stabil agar tidak semakin membebani pedagang dan konsumen.
Ia juga berharap pasokan bahan baku kembali lancar sehingga harga dapat berangsur normal dan pelaku usaha makanan bisa menjalankan usahanya dengan lebih tenang.


















Tinggalkan Balasan