KEDIRI, Tandaglobal.news — Peralihan musim dari kemarau ke musim hujan mulai dirasakan di wilayah Kediri dan sekitarnya. Hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir masih belum merata di sejumlah titik.
Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik BMKG Dhoho Kediri, Satria Krida Nugraha, menjelaskan bahwa potensi hujan mulai terpantau di beberapa wilayah Jawa Timur.
Namun, hujan diperkirakan baru turun lebih merata pada akhir November 2026 seiring masuknya awal musim hujan.
“Selamat pagi, 3 hari ini memang ada potensi hujan di beberapa wilayah di Jawa Timur mas, namun belum merata, insyaAllah mulai merata di akhir November 2026 karena memasuki awal musim hujan,” ujar Satria saat dikonfirmasi, Selasa (27/10).
Satria juga menjelaskan perbedaan karakteristik hujan pada masa peralihan musim hingga akhir November mendatang.
Pada akhir Oktober hingga pertengahan November, hujan cenderung bersifat lokal, tidak merata, berdurasi singkat, dan berintensitas sedang hingga lebat.
“Untuk akhir Oktober – November pertengahan hujan cenderung tidak merata, durasi singkat dan intensitas cenderung sedang-lebat. Sedangkan November akhir hujan cukup merata, durasi lebih lama, intensitas ringan – sedang namun tetap berpotensi lebat,” terangnya.
Selain intensitas hujan, BMKG Dhoho mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat menyertai masa pancaroba.
Petir dan angin kencang menjadi fenomena yang berpotensi terjadi selama periode peralihan musim tersebut.
“Betul mas, terutama di masa peralihan ini ada potensi hujan dengan disertai petir dan angin kencang,” kata Satria.
Meski demikian, Satria menilai potensi dampak bencana berskala besar selama masa peralihan ini belum menjadi perhatian utama berdasarkan analisis yang disampaikannya.
Dampak yang diperkirakan muncul sejauh ini berupa genangan air.
“Untuk masa peralihan ini sepertinya tidak mas, hanya genangan saja,” pungkasnya.


















Tinggalkan Balasan