KEDIRI, Tandaglobal.news Mekanisasi pertanian mulai didorong untuk menjawab persoalan keterbatasan tenaga kerja sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman tebu di Kabupaten Kediri. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui demo alat dan mesin pertanian di Desa Tiru Lor, Kecamatan Gurah, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang digelar bersama CV Kembang Rosan Abadi tersebut mempertemukan petani dengan pelaku usaha penyedia teknologi pertanian.

Sejumlah alat diperkenalkan, mulai dari traktor untuk pengolahan lahan hingga drone untuk mendukung perawatan tanaman.

Direktur CV Kembang Rosan Abadi, Nanang Sukamto, mengatakan kehadiran teknologi mekanisasi diharapkan dapat membantu petani tebu menghadapi semakin terbatasnya tenaga kerja di sektor pertanian.

Menurutnya, mekanisasi menjadi kebutuhan yang semakin penting agar pekerjaan pertanian dapat dilakukan lebih efektif sekaligus mengurangi beban petani.

“Petani-petani tebu saat ini mengalami kesulitan tenaga. Dengan adanya inovasi-inovasi ini, mudah-mudahan bisa membantu dan meringankan beban petani,” ujar Nanang.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah alat pertanian ditampilkan untuk melihat secara langsung penerapannya di lapangan.

Selain traktor dengan berbagai kapasitas, teknologi drone juga diperkenalkan untuk mendukung kegiatan budidaya dan perawatan tanaman tebu.

Direktur PT Corin Mulia Gemilang, Danang Priyo Utomo, mengatakan kehadiran pihaknya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan edukasi kepada petani mengenai pemanfaatan teknologi dalam setiap tahapan budidaya.

“Petani itu perlu ada contoh untuk memberikan edukasi berkaitan dengan teknologi,” kata Danang.

Menurut Danang, mekanisasi tidak hanya dibutuhkan pada tahap pengolahan tanah.

Teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya, perawatan hingga panen.

Untuk pengolahan tanah, pihaknya menyediakan traktor berkapasitas 110 HP serta sejumlah pilihan unit dengan kapasitas mulai 40 HP dan 50 HP. Sementara untuk perawatan tanaman, tersedia drone dengan kapasitas 30 liter.

Namun, menurut Danang, penerapan teknologi perlu dibarengi dengan perubahan pola budidaya. Salah satu yang tengah dibahas bersama CV Kembang Rosan Abadi adalah pengaturan jarak tanam tebu.

Ia mengatakan, selama ini sebagian petani masih menerapkan jarak tanam kurang dari 130 sentimeter.

Seiring pertumbuhan tanaman hingga memasuki usia dua sampai tiga tahun, jarak tersebut dapat semakin menyempit.