KEDIRI, Tandaglobal.news Penyebab puluhan siswa di Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, yang mengalami mual, muntah dan pusing setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9/2026) akhirnya terungkap.

Hasil pemeriksaan laboratorium di Surabaya menunjukkan sampel menu tempe crispy yang dikonsumsi para siswa positif mengandung bakteri Bacillus cereus. Bakteri tersebut diduga menjadi penyebab terjadinya keracunan pangan.

Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib melalui Kabid Kesehatan Masyarakat dr Ika Tjandra Kusuma mengatakan, hasil tersebut diperoleh setelah seluruh sampel makanan yang dibagikan kepada siswa diperiksa di laboratorium.

“Hasil laboratoriumnya positif Bacillus cereus pada sampel makanan,” ujar Ika.

Adapun sampel yang diperiksa meliputi nasi putih, tongseng ayam, oseng wortel dan kembang kol, tempe crispy, serta buah melon.

Dari seluruh sampel tersebut, hanya tempe crispy yang dinyatakan positif mengandung bakteri.

Sementara menu tongseng ayam yang sebelumnya dikeluhkan sejumlah siswa karena berlendir dan terasa asam, tidak ditemukan mengandung bakteri.

Ika menjelaskan, Bacillus cereus merupakan bakteri yang dapat ditemukan secara alami di lingkungan, antara lain pada tanah, debu, tumbuhan maupun bahan organik.

Kontaminasi bakteri tersebut pada makanan dapat terjadi dalam berbagai tahapan, mulai dari bahan baku kedelai, proses pembuatan tempe, penyimpanan, pengolahan menjadi tempe crispy, hingga penyimpanan makanan setelah matang.

“Kalau makanan disimpan terlalu lama pada suhu ruang, bakteri dapat berkembang dengan cepat dan meningkatkan risiko terjadinya keracunan pangan,” jelas Ika.

Atas temuan tersebut, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan makanan.

Penerapan standar operasional prosedur (SOP) juga diminta diperketat pada setiap tahapan, mulai dari pengolahan hingga penyimpanan makanan.

“Harus memperbaiki dan melaksanakan SOP secara benar dan konsisten, untuk memastikan proses pengolahan makanan berjalan aman dan sesuai ketentuan,” tegas Ika.

Sebelumnya, Satgas MBG Kabupaten Kediri melakukan investigasi setelah menerima laporan adanya sekitar 30 siswa di Kecamatan Badas yang mengalami mual, muntah dan pusing usai mengonsumsi makanan MBG dari SPPG Blaru.

Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan kemudian dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

Hasil pemeriksaan yang menemukan Bacillus cereus pada tempe crispy menjadi dasar Satgas MBG Kabupaten Kediri dalam menindaklanjuti kasus dugaan keracunan pangan tersebut.