JAKARTA, Tandaglobal.news — Seblak menjadi salah satu kuliner pedas yang hingga kini masih banyak digemari masyarakat, terutama anak muda dan Generasi Z (Gen Z).
Kuliner yang identik dengan kerupuk basah, kuah pedas, dan aroma khas kencur ini tidak hanya mudah ditemukan di Jawa Barat, tetapi juga telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.
Seblak pada dasarnya merupakan hidangan berbahan kerupuk yang dilunakkan terlebih dahulu, kemudian dimasak menggunakan bumbu seperti bawang putih, cabai, dan kencur.
Seiring perkembangannya, seblak hadir dengan berbagai tambahan, mulai dari telur, mi, bakso, sosis, ceker, siomay, cilok, seafood hingga sayuran.
Mengenal Seblak dan Asal-usulnya
Seblak dikenal sebagai kuliner khas masyarakat Sunda dan populer di wilayah Jawa Barat. Meski demikian, sejarah pasti mengenai kapan dan siapa yang pertama kali menciptakan seblak belum memiliki catatan tertulis yang benar-benar memastikan asal-usulnya.
Sejarawan kuliner Fadly Rahman yang dikutip Kompas.com menyebut seblak muncul di beberapa daerah di Jawa Barat. Karena itu, penyebutan Bandung sebagai daerah asal seblak perlu dipahami sebagai bagian dari perkembangan popularitas kuliner tersebut, bukan sebagai fakta sejarah yang sepenuhnya telah terbukti.
Ciri utama seblak terletak pada perpaduan rasa gurih, pedas, dan aroma kencur. Kerupuk yang digunakan tidak dimasak hingga renyah seperti kerupuk pada umumnya, melainkan dibuat lunak sehingga menghasilkan tekstur kenyal.
Dari sajian sederhana berbahan kerupuk, seblak kemudian berkembang menjadi makanan dengan banyak pilihan topping. Konsumen dapat memilih sendiri isian sesuai selera.
Mengapa Seblak Disukai Gen Z?
Popularitas seblak di kalangan Gen Z tidak terlepas dari karakter makanan tersebut yang mudah dikreasikan dan menarik untuk dibagikan melalui media sosial.
Kementerian Pariwisata pada 2025 menyebut Gen Z memiliki peran dalam membuat seblak semakin dikenal, terutama melalui ulasan dan konten kuliner di media sosial.
Menurut Kemenpar, kebiasaan anak muda membuat ulasan kuliner dapat membantu makanan Indonesia menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara.
Selain itu, seblak menawarkan pengalaman makan yang dapat disesuaikan. Tingkat kepedasan bisa dibuat berbeda-beda, sementara topping dapat dipilih sesuai selera dan anggaran.
Survei JakPat yang diberitakan ANTARA juga menunjukkan seblak termasuk jajanan yang sering dipesan melalui layanan pesan-antar makanan, terutama oleh konsumen muda dari kalangan Gen Z.
Hal tersebut membuat seblak tidak hanya menjadi makanan untuk mengganjal perut, tetapi juga bagian dari tren kuliner anak muda.
Konten seperti ulasan makanan, tantangan makan pedas, hingga video memasak seblak turut membuat makanan ini mudah mendapatkan perhatian di media sosial.
Seblak Terus Berinovasi
Perkembangan seblak juga terlihat dari semakin banyaknya variasi menu. Jika sebelumnya seblak identik dengan kerupuk dan bumbu kencur, kini konsumen dapat menemukan seblak dengan berbagai tambahan.
Mi, makaroni, bakso, sosis, ceker ayam, telur, siomay, cilok, seafood hingga sayuran dapat digunakan sebagai topping.
Beberapa penjual bahkan menyediakan konsep prasmanan sehingga pembeli dapat memilih sendiri bahan yang ingin dimasukkan ke dalam satu porsi seblak.
Inovasi tersebut menjadi salah satu alasan seblak mampu bertahan di tengah cepatnya pergantian tren kuliner.
Resep Seblak Rumahan Sederhana
Bagi yang ingin membuat seblak sendiri di rumah, berikut resep sederhana yang tingkat kepedasannya dapat disesuaikan.
Bahan:
- 100 gram kerupuk bawang atau kerupuk kanji
- 1 butir telur
- 2 buah bakso, iris
- 1 batang daun bawang
- 2 lembar sawi atau sayuran sesuai selera
- 300 ml air
- Minyak secukupnya
Bumbu halus:
- 2 siung bawang putih
- 3–5 buah cabai rawit, sesuai selera
- 2 buah cabai merah
- 1 ruas kencur
- Garam secukupnya
- Gula secukupnya
Cara membuat:
- Rendam kerupuk dalam air hangat hingga teksturnya menjadi lunak, kemudian tiriskan.
- Haluskan bawang putih, cabai, kencur, garam, dan gula.
- Panaskan sedikit minyak, kemudian tumis bumbu hingga harum.
- Masukkan telur dan orak-arik bersama bumbu.
- Tambahkan air, lalu masukkan bakso dan sayuran.
- Setelah mendidih, masukkan kerupuk yang sudah dilunakkan.
- Masak beberapa menit hingga seluruh bahan matang dan bumbu meresap.
- Koreksi rasa dan tambahkan daun bawang.
- Seblak siap disajikan selagi hangat.
Seblak menjadi contoh bagaimana kuliner tradisional dapat terus berkembang mengikuti selera masyarakat.
Perpaduan rasa pedas, tekstur kenyal, pilihan topping yang beragam, harga yang relatif terjangkau, serta dukungan media sosial membuat seblak tetap memiliki tempat di kalangan anak muda.
Meski begitu, seblak sebaiknya tetap dikonsumsi secara wajar, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap makanan pedas atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.




















Tinggalkan Balasan