Kediri, Tandaglobal.news Yayasan Bina Anugerah Sejati bersama Dinas Sosial Kabupaten Kediri membahas penguatan layanan sosial di Panti Syifa’ul Qolbi sebagai upaya meningkatkan kualitas pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan khusus.

Pembahasan tersebut mencakup perkembangan pengelolaan panti, tata kelola lembaga, standar pelayanan, serta langkah penguatan kelembagaan agar layanan sosial yang diberikan dapat berjalan lebih optimal.

Pendiri Yayasan Bina Anugerah Sejati Nanang Sukamto bersama Ketua Yayasan Agus Supriyadi menyampaikan perkembangan Panti Syifa’ul Qolbi kepada perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Kediri Eka Jauhar Afandi.

Nanang menjelaskan, keberadaan Panti Syifa’ul Qolbi berawal dari kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.

Awalnya, yayasan memiliki gagasan untuk menangani anak yatim, namun dalam perjalanan melihat adanya kebutuhan besar terhadap layanan pendampingan bagi penyandang disabilitas mental.

“Awalnya memang yatim, tetapi setelah melihat kondisi di lapangan ternyata masih banyak yang membutuhkan pendampingan. Akhirnya kami mengembangkan layanan ini untuk membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Nanang.

Menurut Nanang, keberadaan lembaga sosial harus dibangun melalui kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

“Tidak ada persaingan, yang ada adalah kolaborasi. Karena tujuan kita sama, bagaimana masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan pelayanan dan perhatian,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Yayasan Bina Anugerah Sejati dan Dinas Sosial Kabupaten Kediri juga membahas sejumlah aspek pendukung layanan.

Pembahasan meliputi administrasi, pencatatan perkembangan penerima layanan, standar operasional prosedur (SOP), hingga kesiapan pengembangan lembaga ke depan.

Pengurus Panti Syifa’ul Qolbi Choirul Hudha menjelaskan, pelayanan di panti tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga pendampingan aktivitas serta proses adaptasi agar penghuni panti mendapatkan perhatian secara menyeluruh.

“Di sini bukan hanya diberi makan, tetapi juga diberikan kegiatan, pendampingan, dan pengawasan. Kami berusaha memberikan pelayanan yang terbaik sesuai kondisi masing-masing,” jelas Choirul.