







KEDIRI, Tandaglobal.news — Perkembangan teknologi dinilai menjadi salah satu solusi untuk menghadapi semakin terbatasnya tenaga kerja di sektor pertanian.
Mekanisasi diharapkan mampu membantu petani meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga produktivitas, khususnya dalam budidaya tebu.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Niti Priksa Teknologi Sesarengan Wisel yang berlangsung di Dusun Sentul, Desa Tiru Lor, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang pertemuan antara petani dengan sejumlah stakeholder perkebunan tebu.
Dalam kesempatan itu, PT Wahana Inti Selaras menampilkan berbagai teknologi pertanian, mulai dari traktor, drone, hingga sejumlah perangkat pendukung mekanisasi lainnya.
Pimpinan PT Wahana Inti Selaras, Haidir, mengatakan pengenalan teknologi tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong petani agar mulai memanfaatkan mekanisasi dalam menjalankan aktivitas pertanian.
Menurutnya, keterbatasan sumber daya manusia menjadi salah satu tantangan yang harus segera diantisipasi.
Kondisi tersebut membuat penggunaan mesin dan teknologi pertanian semakin dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan pekerjaan di lahan.
“Acara hari ini kita bertemu dengan petani dan stakeholder perkebunan tebu yang ada di Kediri. Kita membawa beberapa unit traktor sebagai display, drone, serta produk lainnya,” jelasnya.
Ia menuturkan, mekanisasi bukan semata-mata untuk menggantikan tenaga manusia.
Lebih dari itu, teknologi dapat digunakan untuk membuat pekerjaan petani menjadi lebih ringan, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pertanian modern.
Karena itu, Haidir mendorong petani untuk tidak menutup diri terhadap perkembangan teknologi.
Menurutnya, perubahan pola kerja di sektor pertanian perlu diikuti dengan kemampuan beradaptasi agar produktivitas tetap terjaga di tengah keterbatasan tenaga kerja.




















Tinggalkan Balasan