SIDOARJO, TandaGlobalNews — PT Santos Jaya Abadi merupakan salah satu perusahaan kopi terbesar di Indonesia dan dikenal luas melalui merek Kapal Api. Meskipun badan hukum PT Santos Jaya Abadi baru berdiri pada 1979, akar sejarah usaha kopi keluarga ini jauh lebih tua.
Kisahnya bermula dari Go Soe Loet, pendiri usaha keluarga yang kemudian berkembang menjadi industri kopi Kapal Api.
Pada 1920, Go Soe Loet datang ke Surabaya ketika berusia 16 tahun. Pada masa awal kehidupannya di Surabaya, ia berjualan sayuran untuk memenuhi kebutuhan hidup. Beberapa tahun kemudian, ia mulai memasuki usaha kopi.
Tonggak penting terjadi pada 1927. Go Soe Loet memulai bisnis kopi dengan nama Hap Ho Tjan dan memproduksi kopi sendiri. Pada masa tersebut, penjualan masih dilakukan secara sederhana. Ia membawa kopi dengan kayu pikulan dan berjalan berkeliling untuk menjualnya. Sebagian pembeli berasal dari awak kapal di Surabaya.
Usaha tersebut kemudian berkembang menjadi produk kopi dengan merek Kapal Api.
Pada tahap awal, kegiatan produksi masih berupa industri rumah tangga. Kopi disangrai dan digiling dengan peralatan sederhana sebelum dikemas untuk dijual.
Pertumbuhan permintaan membuat usaha tersebut membutuhkan tempat yang lebih besar. Pada periode 1969–1981, industri rumah tangga kemudian berpindah ke Jalan Kenjeran No. 559, Surabaya.
Perkembangan perusahaan semakin cepat ketika generasi kedua mulai terlibat. Mereka melakukan modernisasi peralatan, memperbaiki manajemen dan memperluas pemasaran.
Pada 1978, perusahaan menjadi salah satu perusahaan kopi pertama di Indonesia yang membuat iklan komersial di televisi. Langkah tersebut menunjukkan perubahan besar dari industri rumahan menuju perusahaan konsumen nasional.
Tonggak paling penting dari sisi badan hukum terjadi pada 1979. Pada tahun tersebut didirikan PT Santos Jaya Abadi. Sumber perusahaan mencatat bahwa pada tahun yang sama perusahaan mulai membangun pabrik kopi di atas lahan sekitar satu hektare dengan dua bangunan masing-masing sekitar 1.265 meter persegi.
Sumber lain mengenai sejarah perusahaan menyebut badan hukum tersebut pada awalnya berkaitan dengan nama PT Santos Jaya Coffee Company, sebelum berkembang menjadi PT Santos Jaya Abadi.
Setelah badan hukum berdiri, proses mekanisasi semakin berkembang. Pada 1982, perusahaan mulai menggunakan mesin otomatis yang mampu menghasilkan sekitar 500 kilogram kopi per jam.
Pabrik di kawasan Sepanjang, Sidoarjo kemudian menjadi salah satu fasilitas utama perusahaan. Lokasinya sangat strategis karena berada di kawasan industri sekitar Surabaya dan menjadi basis penting produksi kopi Kapal Api.
Perkembangan perusahaan tidak berhenti di Jawa Timur.
Pada 2008, Santos Jaya Abadi membangun pabrik kedua di Karawang dengan luas sekitar 26 hektare. Pembangunan tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan kapasitas produksi untuk memenuhi pasar nasional dan ekspor.
Kemudian pada 2011, perusahaan membangun pabrik ketiga di Sukodono, Sidoarjo, yang digunakan untuk produksi kopi instan.
Langkah tersebut memperlihatkan diversifikasi produk. Perusahaan tidak hanya mengandalkan kopi bubuk hasil sangrai dan giling, tetapi juga memasuki segmen kopi instan.
Perkembangan selanjutnya terjadi pada 2021, ketika perusahaan memiliki pabrik keempat di Semarang dengan teknologi modern.
Dengan bertambahnya fasilitas produksi, Santos Jaya Abadi berkembang menjadi perusahaan kopi dengan jaringan manufaktur di beberapa wilayah Indonesia.
Merek Kapal Api tetap menjadi bagian utama dari sejarah perusahaan. Dari usaha yang pada 1927 hanya menghasilkan kopi dalam skala kecil, produk tersebut berkembang menjadi merek kopi nasional.
Perjalanan tersebut juga menunjukkan pentingnya generasi kedua dalam modernisasi bisnis keluarga. Perusahaan tidak hanya memperbesar kapasitas produksi, tetapi juga menggunakan mesin, mengembangkan manajemen, memperluas distribusi dan memanfaatkan iklan sebagai sarana membangun merek.
Dalam perkembangannya, kelompok usaha Santos juga memperluas kegiatan ke berbagai produk konsumen. Namun, kopi tetap menjadi inti sejarah PT Santos Jaya Abadi.
Sidoarjo memiliki posisi khusus karena menjadi lokasi pabrik penting perusahaan. Kawasan Sepanjang menjadi saksi perubahan industri kopi dari sistem produksi yang masih sederhana menjadi manufaktur modern.
Sejarah tersebut berlangsung hampir satu abad jika dihitung sejak usaha kopi Go Soe Loet pada 1927. Namun, jika yang dihitung adalah sejarah PT Santos Jaya Abadi sebagai badan hukum, tonggaknya adalah 1979. Dua tanggal tersebut tidak boleh disamakan.
Perbedaan itu penting dalam penulisan sejarah perusahaan. Usaha kopi keluarga telah ada sejak 1927, sementara PT Santos Jaya Abadi sebagai perusahaan berbadan hukum berdiri pada 1979.
Kini perusahaan dikenal sebagai salah satu perusahaan pemanggangan kopi besar di Indonesia. Situs resminya menyebut PT Santos Jaya Abadi didirikan pada 1979 dan mengoperasikan fasilitas di Sidoarjo, Karawang, Sukodono serta Semarang.
Dari kayu pikulan yang digunakan Go Soe Loet untuk menjajakan kopi di Surabaya hingga jaringan pabrik modern di berbagai kota, perjalanan Santos Jaya Abadi menjadi salah satu kisah panjang industrialisasi kopi Indonesia.
Sidoarjo menjadi salah satu pusat terpenting dalam perjalanan tersebut. Di wilayah inilah industri keluarga yang lahir di Surabaya berkembang menjadi manufaktur kopi modern dan kemudian menjadi bagian penting dari industri kopi nasional.




















Tinggalkan Balasan