Kediri, TandaGlobalNews – Sejumlah pedagang di Pasar Bandar, Kota Kediri, melakukan aksi mogok berjualan mulai Selasa (1/9/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap persoalan yang tengah dihadapi para pedagang di pasar tersebut.
Sejak pagi, sejumlah kios dan lapak pedagang terlihat tidak melakukan aktivitas perdagangan seperti biasanya. Pedagang memilih menutup sementara lapaknya dan tidak berjualan.
Aksi mogok tersebut mendapat perhatian dari masyarakat maupun pembeli yang datang ke Pasar Bandar. Kondisi pasar pun terlihat berbeda dibandingkan hari-hari biasanya yang dipenuhi aktivitas jual beli.
Aksi mogok berjualan ini dilakukan secara bersama-sama sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pihak terkait. Para pedagang berharap persoalan yang menjadi keberatan mereka dapat segera mendapatkan solusi.
Salah seorang pedagang, In (58), mengatakan, persoalan terkait tarikan iuran dan karcis sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Namun, selama ini para pedagang lebih banyak memilih diam dan tidak berani menyampaikan persoalan tersebut melalui jalur yang lebih tinggi.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin dirasakan berat karena pedagang tetap dikenai iuran meskipun tidak setiap hari membuka lapak.
“Iurannya Rp 3.500 setiap hari. Kalau buka atau tutup tetap ditarik. Ada sewanya juga per tahun. Nanti kalau tidak buka ditarik lagi,” katanya.
Ia menyampaikan, kondisi tersebut membuat pedagang kecil semakin kesulitan dalam mencari penghasilan. Sebab, menurutnya, pedagang belum tentu mendapatkan pemasukan setiap hari, tetapi sudah dibebani berbagai tarikan.
“Belum dapat pemasukan sudah ditarik karcis. Bahkan masuk juga ditarik karcis kendaraan. Mohon jangan terlalu berlebihan,” ucapnya.
In berharap kondisi Pasar Bandar dapat diperbaiki dan keberadaan para pedagang kecil lebih diperhatikan. Ia juga meminta agar kebijakan terkait pungutan tidak semakin membebani pedagang yang menggantungkan kebutuhan keluarga dari hasil berjualan.
“Kita punya keluarga. Jalur satunya jualan buka-tutup. Kalau kondisi seperti ini terus, orang kecil semakin kesulitan untuk mencari rezeki. Kami berharap pasar ini diperbaiki dan pedagang bisa disejahterakan,” ungkapnya.
Ia juga menyebut persoalan tarikan tidak hanya berkaitan dengan lapak pedagang. Menurutnya, kendaraan yang masuk maupun parkir di kawasan pasar juga dikenai tarikan.
Para pedagang berharap aksi mogok tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah maupun pihak pengelola pasar. Mereka menginginkan adanya adanya solusi mengenai besaran dan mekanisme berbagai pungutan yang selama ini diberlakukan.
Editor: Rizky Rusdiyanto




















Tinggalkan Balasan