KUBU RAYA, TandaGlobalNews — Sejarah industri karet di Kalimantan Barat tidak hanya dibentuk oleh perkebunan dan petani, tetapi juga oleh perusahaan pengolahan yang mengubah bahan olah karet rakyat menjadi produk industri bernilai tambah. Salah satu perusahaan yang memiliki perjalanan panjang dalam mata rantai tersebut adalah PT New Kalbar Processors (NKP).
Perusahaan ini memiliki sejarah yang bermula pada awal 1970-an. Namun, terdapat dua tonggak waktu yang perlu dibedakan ketika menelusuri perjalanan NKP, yakni tahun berdirinya badan usaha dan tahun dimulainya kegiatan produksi pabrik.
Dokumen profil perusahaan mencatat PT Kal-Bar Processors didirikan pada 6 Juli 1973, sedangkan fasilitas yang kemudian dikenal sebagai PT New Kalbar Processors tercatat mulai berproduksi pada 1985. Perbedaan tersebut penting agar sejarah pendirian perusahaan tidak disamakan dengan sejarah operasional pabrik.
Berdiri sebagai PT Kal-Bar Processors
Sejarah badan usaha PT New Kalbar Processors bermula pada 6 Juli 1973.
Pada saat didirikan, perusahaan menggunakan nama PT Kal-Bar Processors. Pendirian tersebut dituangkan dalam Akta No. 22 tanggal 6 Juli 1973 yang dibuat oleh notaris Mochamad Damiri di Pontianak.
Pada masa awal berdirinya, kedudukan perusahaan berada di Kota Pontianak.
Kehadiran perusahaan tersebut tidak dapat dilepaskan dari perkembangan industri karet Indonesia pada masa itu. Karet merupakan salah satu komoditas penting dalam perdagangan dan ekspor Indonesia, sementara Kalimantan Barat memiliki perkebunan karet rakyat yang berkembang di berbagai daerah.
Kondisi tersebut menciptakan kebutuhan terhadap industri pengolahan yang mampu mengubah hasil produksi perkebunan rakyat menjadi bahan baku industri.
Dalam rantai tersebut, perusahaan pengolahan karet memiliki posisi penting. Petani menghasilkan bahan olah karet, sementara pabrik melakukan pengolahan lebih lanjut sehingga menghasilkan produk karet yang dapat digunakan oleh industri manufaktur.
Dengan demikian, sejak awal keberadaannya, perusahaan seperti Kal-Bar Processors berada di antara sektor perkebunan rakyat dan industri pengguna karet.
Perubahan Nama Menjadi PT New Kalbar Processors
Nama PT Kal-Bar Processors tidak bertahan lama.
Sekitar sepuluh bulan setelah pendirian, perusahaan berganti nama menjadi PT New Kalbar Processors.
Perubahan tersebut dituangkan melalui Akta No. 14 tanggal 21 Mei 1974, yang dibuat oleh notaris Mohamad Ali di Jakarta.
Perubahan nama tersebut kemudian memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman melalui SK No. Y.A. 5/137/23 tanggal 6 April 1976.
Nama PT New Kalbar Processors kemudian menjadi identitas yang digunakan dalam perjalanan perusahaan berikutnya.
Karena itu, terdapat tiga tanggal penting pada fase awal sejarah perusahaan. 6 Juli 1973 merupakan tanggal pendirian badan usaha dengan nama PT Kal-Bar Processors. 21 Mei 1974 merupakan tanggal perubahan nama menjadi PT New Kalbar Processors. Sementara 6 April 1976 merupakan tanggal pengesahan perubahan nama oleh Menteri Kehakiman.
Mulai Berproduksi pada 1985
Meskipun badan usahanya telah berdiri sejak 1973, kegiatan produksi pabrik memiliki tonggak waktu tersendiri.
Sumber perusahaan yang kemudian menjadi bagian dari jaringan Kirana Megatara mencatat 1985 sebagai tahun mulai beroperasinya PT New Kalbar Processors sebagai pabrik pengolahan karet remah.
Produk utama yang dihasilkan adalah crumb rubber SIR 20.
Dokumentasi lain mengenai perusahaan mencatat kapasitas produksi sekitar 3.500 ton per bulan. Sementara profil perusahaan lainnya menyebut kapasitas tahunan sekitar 40.000 ton.
Perbedaan angka tersebut perlu dilihat berdasarkan konteks pencatatan masing-masing sumber. Kapasitas 3.500 ton per bulan secara matematis setara dengan sekitar 42.000 ton per tahun apabila pabrik beroperasi penuh sepanjang 12 bulan. Karena itu, angka kapasitas dapat berbeda berdasarkan periode, kapasitas efektif maupun metode pencatatan.
Yang jelas, tahun 1985 menjadi salah satu tonggak terpenting karena menandai fase ketika fasilitas tersebut mulai berfungsi sebagai pabrik pengolahan karet remah.
Berkaitan dengan Jambi Waras Group
Dalam sejarah perusahaan juga terdapat kaitan dengan Jambi Waras Group.
Sejumlah dokumentasi perusahaan menyebut PT New Kalbar Processors sebagai pengembangan dari PT Jambi Waras Group yang berpusat di Jambi. Dokumentasi tersebut juga mencatat sejumlah tokoh yang terkait dengan perintisan perusahaan serta keberadaan pusat kelompok usaha di Jakarta.
Keterangan ini menunjukkan bahwa perkembangan industri pengolahan karet di Indonesia pada periode tersebut berlangsung melalui jaringan perusahaan yang tidak selalu terbatas pada satu wilayah.
Jaringan usaha dapat berkembang dari satu daerah ke daerah lain mengikuti sumber bahan baku, peluang pasar dan perkembangan industri karet.
Kalimantan Barat kemudian menjadi salah satu wilayah penting dalam jaringan tersebut.
Masuk ke Industri Crumb Rubber
Produk utama PT New Kalbar Processors adalah crumb rubber atau karet remah.
Karet remah merupakan produk olahan yang menjadi bahan baku bagi berbagai industri hilir. Salah satu pengguna terbesarnya adalah industri ban.
Bahan baku yang digunakan perusahaan berasal dari bahan olah karet rakyat atau BOKAR.
Bagi petani, bahan tersebut merupakan hasil dari proses penyadapan dan pengolahan awal lateks. Setelah dikumpulkan, bahan olah karet masuk ke jaringan perdagangan sebelum akhirnya diterima pabrik untuk diproses lebih lanjut.
Di dalam pabrik, BOKAR tidak langsung menjadi produk jadi. Bahan tersebut harus melewati berbagai tahapan pengolahan mekanis dan pengeringan sebelum menjadi karet remah dengan spesifikasi tertentu.
Mengandalkan Perkebunan Rakyat
Salah satu karakteristik penting PT New Kalbar Processors adalah ketergantungannya terhadap bahan baku dari perkebunan rakyat.
Dokumentasi perusahaan mencatat bahan baku diperoleh dari petani dan pedagang. Jaringan pasokan tersebut tidak hanya berasal dari Kalimantan Barat.
Data yang tersedia mencatat bahan baku NKP juga berasal dari wilayah lain, seperti Kalimantan Tengah, Bangka dan Sulawesi.
Hal tersebut memperlihatkan luasnya jaringan pengadaan perusahaan.
Sebuah pabrik pengolahan dengan kapasitas puluhan ribu ton per tahun membutuhkan pasokan yang cukup besar dan berkelanjutan. Karena itu, perusahaan membutuhkan hubungan dengan petani, pedagang pengumpul serta jaringan transportasi dari berbagai daerah.
Dari Kebun Rakyat hingga Pabrik
Perjalanan bahan baku menuju pabrik dimulai dari perkebunan.
Petani melakukan penyadapan pohon karet untuk memperoleh lateks. Lateks kemudian mengalami proses penggumpalan dan menghasilkan bahan olah karet.
Bahan tersebut selanjutnya dikumpulkan melalui jaringan perdagangan.
Tidak semua bahan olah karet langsung dibawa oleh petani ke pabrik. Pedagang atau pengumpul sering menjadi penghubung antara petani dan industri pengolahan.
Setelah sampai di pabrik, bahan tersebut diperiksa dan diproses melalui sejumlah tahapan mekanis.
Proses tersebut pada akhirnya menghasilkan karet remah yang telah memenuhi persyaratan mutu untuk kebutuhan industri.
Berlokasi di Sungai Raya
Dalam perkembangan selanjutnya, fasilitas PT New Kalbar Processors berada di kawasan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Alamat fasilitas yang tercantum dalam sumber perusahaan adalah Jl. Adi Sucipto KM 11,3, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat 78391.
Lokasi tersebut memiliki hubungan erat dengan perkembangan wilayah sekitar Pontianak.
Pada masa awal perusahaan berdiri, kedudukan badan usaha tercatat berada di Kota Pontianak. Perubahan administrasi wilayah kemudian membuat kedudukan perusahaan tercatat di Kabupaten Kubu Raya.
Perubahan tersebut penting untuk memahami mengapa sumber lama menggunakan nama Pontianak, sementara sumber yang lebih baru mencantumkan Kubu Raya. Keduanya tidak selalu menunjukkan dua lokasi pabrik yang berbeda.
Perubahan Kedudukan pada 2014
Salah satu tonggak administratif dalam perjalanan PT New Kalbar Processors terjadi pada 2014.
Menurut profil perusahaan, pada 4 Juni 2014 dilakukan perubahan kedudukan perusahaan dari Kota Pontianak ke Kabupaten Kubu Raya.
Perubahan tersebut dituangkan dalam Akta No. 14 tanggal 18 Juni 2014 yang dibuat oleh Inayati Noor Thahir, SH, MKn.
Perubahan tersebut memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan HAM melalui SK No. AHU-15800.40.22.2014 tanggal 25 Juni 2014.
Perubahan ini bukan berarti pabrik baru dibangun pada 2014. Yang berubah adalah kedudukan badan hukum perusahaan mengikuti perkembangan administrasi wilayah.
Fasilitas produksi tetap berada di kawasan Jalan Adi Sucipto sekitar KM 11,3.
Posisi Strategis Sungai Raya
Lokasi pabrik di Sungai Raya memiliki arti penting bagi kegiatan industri karet.
Kawasan tersebut berada pada jalur yang menghubungkan Kota Pontianak dengan berbagai wilayah di Kalimantan Barat.
Bagi industri pengolahan karet, akses transportasi merupakan faktor penting.
Bahan baku harus dikumpulkan dari berbagai daerah dan dibawa ke pabrik. Setelah diproses, produk jadi harus dikirim kepada konsumen atau menuju jalur distribusi dan pelabuhan untuk keperluan ekspor.
Karena itu, lokasi pabrik bukan sekadar alamat administratif, tetapi menjadi bagian dari strategi operasional perusahaan.
Kapasitas Puluhan Ribu Ton
PT New Kalbar Processors berkembang sebagai fasilitas pengolahan dengan kapasitas besar.
Sumber perusahaan mencatat kapasitas produksi sekitar 3.500 ton per bulan, sementara profil lain mencantumkan kapasitas sekitar 40.000 ton per tahun.
Perbedaan tersebut menunjukkan pentingnya melihat kapasitas produksi berdasarkan periode dan jenis data yang digunakan.
Namun, kedua angka tersebut sama-sama menggambarkan bahwa NKP merupakan fasilitas pengolahan karet dengan kapasitas puluhan ribu ton per tahun.
Kapasitas tersebut membutuhkan jaringan bahan baku yang luas serta sistem produksi dan logistik yang mampu berjalan secara berkelanjutan.
SIR 20 Menjadi Produk Utama
PT New Kalbar Processors dikenal sebagai produsen SIR 20.
SIR merupakan singkatan dari Standard Indonesian Rubber, sistem klasifikasi karet alam Indonesia berdasarkan persyaratan teknis.
SIR 20 merupakan salah satu jenis karet remah yang digunakan sebagai bahan baku industri.
Dalam jaringan perusahaan yang tercatat pada Kirana Megatara, NKP disebut sebagai pabrik penghasil crumb rubber SIR 20 dengan kode perdagangan KBC.
Produk tersebut kemudian masuk ke rantai pasok industri hilir, terutama industri yang menggunakan karet alam sebagai bahan baku.
Proses Panjang Mengolah Karet Rakyat
Untuk menghasilkan karet remah, bahan baku harus melalui berbagai tahapan.
Dokumentasi proses industri NKP mencatat rangkaian kegiatan mulai dari pembelian bahan baku, penerimaan dan penyimpanan, milling, crumbing, pengeringan, pemeriksaan mutu, pengepresan, pengemasan hingga pengiriman.
Setiap tahapan memiliki fungsi tersendiri.
Bahan baku terlebih dahulu diterima dan diperiksa. Setelah itu, bahan masuk ke lini pengolahan mekanis.
Proses berikutnya mengubah bahan olah karet menjadi material yang lebih seragam sebelum memasuki tahap pengeringan.
Setelah kering, produk diperiksa melalui pengendalian mutu.
Produk yang memenuhi persyaratan kemudian dipres, dikemas dan disimpan sebelum dikirim kepada konsumen.
Tahap Milling
Salah satu bagian penting dalam proses pengolahan adalah milling.
Pada tahap ini, bahan olah karet diproses menggunakan berbagai mesin.
Dokumentasi proses NKP mencatat penggunaan peralatan seperti breaker tank, hammer mill, screw mixing, mixing tank dan creper.
Rangkaian tersebut digunakan untuk mengolah bahan baku yang masih berupa gumpalan menjadi material yang lebih sesuai untuk tahapan produksi berikutnya.
Proses berlangsung secara bertahap dari satu mesin menuju mesin lainnya.
Tujuannya adalah menghasilkan bahan karet dengan kondisi yang lebih seragam sebelum memasuki proses lanjutan.
Pengeringan Menentukan Kualitas Produk
Setelah melewati pengolahan mekanis, material karet memasuki tahap pengeringan.
Dokumentasi proses NKP mencatat adanya proses penjemuran sekitar 15–20 hari untuk tahapan tertentu sebelum material masuk ke proses selanjutnya.
Setelah itu, karet menjalani proses pengeringan menggunakan mesin.
Pengeringan merupakan bagian penting dalam proses produksi karena kadar air harus dikendalikan.
Produk dengan kadar air yang tidak sesuai tidak dapat langsung diperlakukan sebagai produk akhir.
Karena itu, proses pengeringan menjadi salah satu tahapan yang menentukan kesiapan karet sebelum masuk ke pemeriksaan mutu.
Pemeriksaan Kualitas
Setelah pengeringan selesai, produk memasuki tahap quality control atau QC.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan produk memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Tahap ini penting karena karet remah digunakan sebagai bahan baku industri yang membutuhkan konsistensi.
Produk yang dikirim kepada pelanggan harus memiliki spesifikasi yang sesuai.
Dengan demikian, pengendalian mutu menjadi bagian integral dari proses produksi, bukan sekadar pemeriksaan akhir.
Dipres Menjadi Bal Karet
Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, karet kemudian memasuki proses pengepresan.
Dokumentasi proses perusahaan menyebut karet dibentuk menjadi bal berbentuk kotak dengan berat sekitar 35 kilogram.
Bentuk tersebut memudahkan proses penyimpanan, pengangkutan dan penanganan dalam rantai distribusi.
Setelah dipres, produk diberi label sesuai pesanan pelanggan.
Bal karet kemudian ditempatkan di gudang barang jadi sebelum dikirim.
Tahapan tersebut menjadi penghubung antara proses produksi dengan kegiatan logistik dan pemasaran.
Berorientasi pada Pasar Ekspor
PT New Kalbar Processors berkembang tidak hanya sebagai produsen karet remah, tetapi juga sebagai perusahaan yang berorientasi ekspor.
Dokumen profil perusahaan menyebut sekitar 90 persen produksi pernah diarahkan ke pasar ekspor, sementara sisanya ditujukan untuk pasar domestik.
Angka tersebut menunjukkan kuatnya hubungan NKP dengan pasar internasional.
Karet yang berasal dari perkebunan rakyat di Kalimantan dan wilayah lainnya tidak berhenti di pabrik Sungai Raya. Setelah diproses menjadi SIR 20, produk tersebut masuk ke rantai pasok industri manufaktur internasional.
Dengan demikian, aktivitas perusahaan menjadi bagian dari jalur perdagangan karet dari tingkat petani hingga industri global.
Menjadi Pemasok Industri Ban
Dokumentasi perusahaan menyebut sejumlah perusahaan industri ban sebagai konsumen, di antaranya Goodyear, Bridgestone, Kumho, Sumi Rubber Indonesia, Yokohama Rubber dan Hankook.
Nama-nama tersebut menunjukkan bagaimana produk SIR 20 berada dalam rantai pasok industri ban.
Karet alam merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam pembuatan ban. Karena itu, kualitas dan konsistensi karet remah menjadi faktor penting bagi industri pengguna.
Hubungan tersebut juga memperlihatkan bahwa sebuah pabrik pengolahan karet di Kalimantan Barat dapat terhubung dengan industri manufaktur yang memiliki jaringan pasar jauh lebih luas.
Jaringan Bahan Baku Lintas Wilayah
Kebutuhan bahan baku PT New Kalbar Processors tidak hanya dipenuhi dari wilayah sekitar pabrik.
Data perusahaan mencatat pasokan bahan baku berasal dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Bangka dan Sulawesi, selain melalui jaringan pedagang dan petani.
Kondisi tersebut memperlihatkan luasnya jaringan pengadaan bahan baku.
Untuk menjaga kelangsungan produksi, perusahaan membutuhkan pasokan dalam jumlah besar secara berkelanjutan.
Di belakang proses tersebut terdapat jaringan ekonomi yang melibatkan petani, pedagang pengumpul, transportasi dan perusahaan pengolahan.
Hubungan dengan Petani Karet
Keberadaan pabrik pengolahan menciptakan pasar bagi bahan olah karet rakyat.
Petani yang menghasilkan slab atau bahan olah lainnya dapat menjual hasil produksinya melalui jaringan perdagangan.
Bahan tersebut kemudian dikumpulkan dan dibawa menuju industri pengolahan.
Di dalam pabrik, bahan yang sebelumnya merupakan hasil perkebunan rakyat berubah menjadi produk industri dengan spesifikasi teknis.
Rantai tersebut menghubungkan sektor perkebunan dengan industri manufaktur.
Dalam konteks Kalimantan Barat, hubungan ini memiliki arti penting karena perkebunan rakyat merupakan salah satu sumber utama produksi karet.
Pedagang Pengumpul dalam Rantai Pasok
Tidak semua petani menyerahkan bahan baku secara langsung kepada pabrik.
Pedagang atau pengumpul memiliki peranan dalam mengumpulkan bahan dari sejumlah petani.
Bahan kemudian dikonsolidasikan dalam jumlah yang lebih besar sebelum dikirim ke perusahaan pengolahan.
Sistem tersebut membantu pabrik mendapatkan bahan baku dalam jumlah yang dibutuhkan.
Bagi perusahaan dengan kapasitas puluhan ribu ton per tahun, keberadaan jaringan pengadaan seperti ini sangat penting untuk menjaga kontinuitas produksi.
Menjadi Bagian dari Kirana Megatara
Dalam perkembangan berikutnya, PT New Kalbar Processors menjadi bagian dari jaringan perusahaan yang sekarang berada di bawah Kirana Megatara.
Kirana Megatara mencantumkan NKP dalam unit bisnis Crumb Rubber Processors.
Dalam jaringan tersebut, NKP tercatat sebagai salah satu fasilitas yang mulai beroperasi pada 1985.
Jaringan yang sama juga mencakup sejumlah fasilitas pengolahan karet lainnya di Indonesia, termasuk PT Djambi Waras, PT Pantja Surya dan PT Nusira.
Hal ini memperlihatkan pola perkembangan industri pengolahan karet melalui jaringan fasilitas yang tersebar di sejumlah daerah penghasil karet.
Menjadi Bagian dari Jaringan Produksi Nasional
Dengan adanya fasilitas di Kalimantan Barat, jaringan produksi perusahaan mencakup berbagai wilayah Indonesia.
Setiap pabrik berada relatif dekat dengan sumber bahan baku sehingga perusahaan dapat mengumpulkan karet dari sejumlah sentra produksi.
Bagi NKP, keberadaan pabrik di Kalimantan Barat menjadikannya salah satu bagian penting dari jaringan industri karet di wilayah Kalimantan.
Posisinya bukan hanya sebagai pabrik lokal, tetapi sebagai bagian dari rantai produksi yang menghubungkan petani, pedagang, industri pengolahan dan pasar manufaktur.
Perubahan Administrasi dan Identitas
Perubahan administratif wilayah juga memengaruhi cara perusahaan dicatat dalam berbagai sumber.
Ketika didirikan pada 1973, kedudukan perusahaan berada di Kota Pontianak.
Seiring berkembangnya Kabupaten Kubu Raya, lokasi pabrik kemudian secara administratif berada di wilayah kabupaten tersebut.
Karena itu, sumber-sumber lama dapat mencantumkan Pontianak sebagai lokasi perusahaan, sedangkan sumber yang lebih baru mencantumkan Kubu Raya.
Perbedaan tersebut tidak selalu menunjukkan adanya perpindahan fisik pabrik.
Perubahan lebih berkaitan dengan perkembangan administrasi wilayah dan kedudukan badan hukum perusahaan.
Lokasi yang Tetap Menjadi Pusat Produksi
Sumber perusahaan mencantumkan fasilitas PT New Kalbar Processors berada di Jl. Adi Sucipto KM 11,3, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat 78391.
Alamat tersebut juga tercantum dalam laporan tahunan Kirana Megatara.
Lokasi itu menjadi pusat kegiatan pengolahan karet NKP di Kalimantan Barat.
Keberadaan fasilitas di kawasan Sungai Raya sekaligus menempatkan perusahaan dekat dengan jaringan transportasi yang menghubungkan kawasan industri dan perdagangan Pontianak dengan wilayah lain.
Dari Karet Rakyat ke Pasar Dunia
Sejarah PT New Kalbar Processors menggambarkan sebuah pola yang lebih luas dalam industri komoditas Indonesia.
Karet yang dihasilkan petani di daerah dikumpulkan melalui jaringan perdagangan.
Bahan tersebut kemudian masuk ke pabrik untuk diproses menjadi produk dengan standar teknis.
Setelah melalui proses produksi dan pengendalian mutu, produk dikemas dan dikirim kepada konsumen.
Sebagian konsumen berada di sektor industri manufaktur berskala besar.
Dengan demikian, aktivitas sebuah pabrik di Sungai Raya memiliki hubungan dengan rantai industri yang membentang jauh melampaui Kalimantan Barat.
Tantangan Industri Karet
Perjalanan panjang NKP juga berlangsung di tengah berbagai tantangan industri karet.
Ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor penting.
Jika produksi karet rakyat mengalami penurunan, pasokan bahan baku ke pabrik juga dapat terdampak.
Di sisi lain, harga karet bergerak mengikuti kondisi pasar.
Perusahaan juga harus mempertahankan kualitas produk agar tetap diterima pelanggan industri.
Kondisi pasar global turut memengaruhi permintaan terhadap karet alam.
Karena itu, keberlanjutan industri pengolahan karet tidak hanya bergantung pada kapasitas pabrik, tetapi juga pada kondisi perkebunan rakyat, harga komoditas, ketersediaan bahan baku dan permintaan pasar.
Persaingan Mendapatkan Bahan Baku
Pabrik crumb rubber tidak berdiri sendiri.
Di daerah penghasil karet, sejumlah perusahaan pengolahan dapat membutuhkan bahan baku dari wilayah yang sama.
Situasi tersebut menciptakan persaingan dalam memperoleh BOKAR.
Bagi perusahaan pengolahan, menjaga hubungan dengan petani dan pedagang menjadi bagian penting dalam strategi pengadaan.
Semakin stabil jaringan pasokan, semakin besar peluang perusahaan menjaga kesinambungan produksi.
Kualitas Bahan Baku Menjadi Faktor Penting
Selain jumlah, kualitas bahan olah karet juga menentukan proses produksi.
Bahan yang diterima pabrik harus melalui pemeriksaan.
Kontaminasi benda asing dapat memengaruhi proses produksi dan mutu produk akhir.
Karena itu, perusahaan menerapkan berbagai tahapan pemeriksaan dan pengolahan untuk menjaga kualitas.
Proses mekanis, pencucian dan pengolahan bahan menjadi bagian dari upaya menghasilkan karet remah yang sesuai dengan spesifikasi.
Modernisasi Proses Produksi
Perkembangan industri membuat proses pengolahan NKP menggunakan berbagai peralatan mekanis.
Dokumentasi proses menunjukkan penggunaan mesin seperti hammer mill, screw mixing, creper, shedder dan dryer, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.
Penggunaan mesin memungkinkan pengolahan dilakukan dalam skala besar.
Namun, fasilitas produksi dengan banyak peralatan mekanis juga membutuhkan pemeliharaan dan pengawasan.
Karena itu, kegiatan produksi membutuhkan tenaga mekanik, teknisi, operator serta pekerja pendukung lainnya.
Tenaga Kerja dengan Beragam Keahlian
Pabrik pengolahan karet tidak hanya membutuhkan pekerja di lini produksi.
Di dalamnya terdapat berbagai bidang pekerjaan, antara lain pemeliharaan mesin, pengendalian proses, pengujian mutu, administrasi, pengemasan, pergudangan dan pengiriman.
Keberadaan fasilitas industri dengan demikian menciptakan kebutuhan tenaga kerja dengan beragam keahlian.
Pabrik tidak hanya menjadi tempat mengolah komoditas, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi lokal.
Menjadi Tempat Pembelajaran Industri
PT New Kalbar Processors juga tercatat menjadi lokasi pembelajaran bagi mahasiswa.
Dokumentasi praktik industri dari mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak menunjukkan kegiatan pembelajaran mengenai proses industri karet di perusahaan tersebut.
Melalui praktik semacam itu, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana bahan olah karet rakyat diproses menjadi produk industri.
Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan perusahaan tidak hanya memiliki fungsi produksi, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran mengenai teknologi pengolahan karet.
Pengendalian Mutu Menjadi Bagian Produksi
SIR 20 membutuhkan konsistensi mutu.
Karena itu, pemeriksaan kualitas menjadi bagian penting dalam proses produksi.
Dokumentasi proses NKP mencatat adanya tahap quality control setelah pengeringan dan sebelum pengemasan.
Produk yang tidak memenuhi persyaratan tidak dapat diperlakukan sama dengan produk yang memenuhi spesifikasi.
Tahap QC menjadi salah satu titik penting dalam menjaga kualitas produk sebelum dikirim kepada pelanggan.
Pengemasan untuk Kebutuhan Industri
Setelah lolos pemeriksaan, karet dipres menjadi bal.
Produk kemudian diberi label untuk keperluan identifikasi dan pengiriman.
Bal karet selanjutnya ditempatkan di gudang barang jadi.
Tahap tersebut menjadi bagian dari sistem logistik perusahaan.
Untuk produk yang dikirim ke konsumen industri maupun pasar ekspor, identifikasi dan penanganan produk harus dilakukan secara tepat agar barang dapat sampai sesuai tujuan.
Posisi Strategis Sungai Raya
Lokasi NKP di Sungai Raya menempatkan perusahaan dalam kawasan yang berhubungan erat dengan Kota Pontianak.
Kedekatan tersebut memberikan akses terhadap tenaga kerja, jasa dan jaringan transportasi.
Pada saat yang sama, jaringan jalan memungkinkan bahan baku dikumpulkan dari wilayah yang lebih luas.
Posisi geografis tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung keberadaan fasilitas pengolahan karet di kawasan tersebut.
Lebih dari Lima Dekade Perjalanan
Jika tahun pendirian badan usaha dijadikan titik awal, PT New Kalbar Processors telah memiliki sejarah lebih dari lima dekade.
Perusahaan berdiri pada 1973 dengan nama PT Kal-Bar Processors.
Setahun kemudian, nama tersebut berubah menjadi PT New Kalbar Processors.
Kemudian pada 1985, fasilitas produksi tercatat mulai beroperasi sebagai pabrik pengolahan crumb rubber.
Sejak saat itu, NKP terus menjadi bagian dari perjalanan industri pengolahan karet di Kalimantan Barat.
Kronologi Sejarah PT New Kalbar Processors
6 Juli 1973
Perusahaan didirikan dengan nama PT Kal-Bar Processors melalui Akta No. 22 di Pontianak.
21 Mei 1974
Nama perusahaan berubah menjadi PT New Kalbar Processors melalui Akta No. 14.
6 April 1976
Perubahan nama memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman melalui SK No. Y.A. 5/137/23.
1985
Fasilitas PT New Kalbar Processors mulai tercatat beroperasi sebagai pabrik pengolahan crumb rubber SIR 20.
Periode berikutnya
Perusahaan berkembang sebagai produsen sekaligus eksportir karet remah dengan bahan baku utama dari perkebunan rakyat.
4–25 Juni 2014
Proses perubahan kedudukan perusahaan dari Kota Pontianak ke Kabupaten Kubu Raya dilakukan dan memperoleh pengesahan administratif.
2019
Laporan tahunan Kirana Megatara masih mencantumkan PT New Kalbar Processors sebagai kantor dan pabrik di Jalan Adi Sucipto KM 11,3, Sei Raya, Kalimantan Barat.
Saat ini
NKP tercantum dalam jaringan unit bisnis pengolahan karet remah Kirana Megatara dengan produk utama SIR 20.
Jejak Panjang Industri Karet Kalimantan Barat
PT New Kalbar Processors merupakan salah satu perusahaan yang merekam perjalanan panjang industri pengolahan karet di Kalimantan Barat.
Sejarah badan usahanya bermula pada 6 Juli 1973, ketika perusahaan didirikan dengan nama PT Kal-Bar Processors di Pontianak. Tidak lama kemudian, perusahaan berganti nama menjadi PT New Kalbar Processors.
Sementara itu, sejarah operasional pabrik memiliki tonggak tersendiri. Sumber perusahaan mencatat 1985 sebagai tahun mulai beroperasi sebagai fasilitas pengolahan crumb rubber SIR 20.
Dari Sungai Raya, bahan olah karet rakyat diproses melalui berbagai tahapan sebelum menjadi produk industri yang dapat dipasarkan ke konsumen domestik maupun internasional.
Jaringan bahan bakunya juga melampaui Kalimantan Barat, mencakup sejumlah wilayah seperti Kalimantan Tengah, Bangka dan Sulawesi.
Pada sisi hilir, produk SIR 20 masuk ke rantai pasok industri manufaktur, termasuk industri ban.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa industri karet tidak hanya berbicara mengenai perkebunan. Di belakang komoditas karet terdapat mata rantai panjang yang melibatkan petani, pedagang, perusahaan pengolahan, tenaga kerja, industri manufaktur hingga pasar internasional.
Dalam perkembangannya, PT New Kalbar Processors menjadi bagian dari jaringan Kirana Megatara bersama sejumlah fasilitas pengolahan karet lainnya di Indonesia.
Dengan perjalanan yang dimulai dari pendirian badan usaha pada 1973, perubahan nama pada 1974, mulai berproduksi pada 1985, perubahan kedudukan administratif pada 2014 dan keberadaannya dalam jaringan industri karet nasional, sejarah NKP menjadi salah satu potret perjalanan industri karet Indonesia.
Dari bahan olah karet rakyat di berbagai daerah, komoditas tersebut bergerak menuju pabrik di Sungai Raya, diolah menjadi SIR 20, lalu masuk ke rantai pasok industri yang jangkauannya melampaui Kalimantan Barat.
Itulah jejak panjang PT New Kalbar Processors: sebuah perjalanan industri yang mempertemukan perkebunan rakyat, teknologi pengolahan, perdagangan dan pasar manufaktur dalam satu mata rantai karet yang telah berlangsung selama lebih dari lima dekade.



















Tinggalkan Balasan