DHARMASRAYA, Tandaglobal.news PT Transco Pratama merupakan salah satu perusahaan yang menjadi bagian dari perjalanan industri karet di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Perusahaan ini dikenal sebagai industri pengolahan karet alam yang menghasilkan karet remah atau crumb rubber, terutama dengan spesifikasi Standard Indonesian Rubber (SIR).

Jejak PT Transco Pratama telah tercatat dalam berbagai dokumen industri dan pemerintahan. Perusahaan tersebut beroperasi di kawasan Sungai Betung, Koto Baru, Dharmasraya, dan berkembang menjadi salah satu pengolah sekaligus eksportir karet dari Sumatera Barat.

Jejak perusahaan sejak dekade 1990-an

Catatan mengenai PT Transco Pratama muncul dalam dokumen perkebunan Sumatera Barat sejak awal dekade 1990-an. Namun, keberadaan catatan tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyebut 1993 sebagai tahun pendirian perseroan tanpa dukungan akta pendirian perusahaan.

Karena itu, secara historis lebih tepat disebut bahwa jejak administratif PT Transco Pratama telah ditemukan sejak 1993, sementara tanggal pendirian perseroan secara pasti masih memerlukan pembuktian dari akta pendirian atau dokumen korporasi primer.

Dalam perkembangannya, perusahaan kemudian dikenal sebagai bagian dari industri karet di wilayah Dharmasraya.

Mengembangkan pabrik crumb rubber

Kegiatan utama PT Transco Pratama berkembang pada pengolahan karet alam menjadi crumb rubber. Produk ini merupakan bahan baku penting bagi berbagai industri berbasis karet.

Direktori Industri Manufaktur Indonesia 2014 yang diterbitkan BPS mencatat PT Transco Pratama sebagai perusahaan dengan produk crumb rubber SIR-20. Lokasi pabrik tercatat berada di Jorong Sungai Betung, Koto Baru, Dharmasraya, Sumatera Barat, dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 242 orang pada saat pendataan.

Data BPS tahun berikutnya juga masih mencatat PT Transco Pratama sebagai produsen crumb rubber SIR-20. Pada direktori industri 2015, perusahaan tercatat mempekerjakan 245 orang.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa PT Transco Pratama telah memiliki kegiatan produksi berskala industri dan menyerap tenaga kerja di wilayah Dharmasraya.

Menjadi bagian dari industri karet Sumatera Barat

Peran PT Transco Pratama juga terlihat dalam jaringan industri karet Sumatera Barat. Dalam direktori GAPKINDO, perusahaan tercatat sebagai anggota dari sektor karet Sumatera Barat bersama sejumlah perusahaan pengolahan karet lainnya.

GAPKINDO mencatat PT Transco Pratama sebagai perusahaan producer/exporter dengan produk SIR-20 dalam salah satu direktori keanggotaannya.

Posisi tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan perusahaan tidak berhenti pada proses produksi, tetapi juga terhubung dengan perdagangan karet untuk pasar yang lebih luas.

Kapasitas produksi mencapai 48.000 ton per tahun

Gambaran lebih lengkap mengenai skala usaha PT Transco Pratama tercantum dalam GAPKINDO Membership Directory 2020.

Dalam direktori tersebut, PT Transco Pratama memiliki kantor di Jalan Diponegoro No. 7, Padang, sedangkan pabriknya berada di Jorong Sungai Betung, Kenagarian Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya.

Perusahaan dicatat menjalankan aktivitas sebagai processor dan exporter, dengan produk SIR 10 dan SIR 20. Kapasitas yang dicantumkan mencapai 48.000 ton per tahun.

Data itu memperlihatkan posisi PT Transco Pratama sebagai salah satu perusahaan pengolahan karet dengan kapasitas cukup besar di Sumatera Barat.

Keberadaan perusahaan berlanjut hingga periode terbaru

Keberadaan PT Transco Pratama juga masih tercatat dalam dokumen pemerintah pada periode berikutnya.

Dalam daftar peserta PROPER 2023–2024, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencantumkan PT Transco Pratama CRF sebagai perusahaan sektor karet yang berlokasi di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Dokumen pemerintah daerah Sumatera Barat pada 2024 juga mencatat PT Transco Pratama CRF sebagai objek pengawasan sektor karet di Kabupaten Dharmasraya.

Sementara itu, dalam catatan PROPER periode 2017–2018, nama PT Transco Pratama juga tercantum sebagai perusahaan sektor karet di Kabupaten Dharmasraya.

Rangkaian pencatatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan industri PT Transco Pratama tetap menjadi bagian dari aktivitas sektor karet di Dharmasraya selama bertahun-tahun.

Berkontribusi terhadap perekonomian daerah

Selain menjalankan kegiatan industri, keberadaan PT Transco Pratama juga tercatat dalam aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan di Dharmasraya.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya pada 2017 menyebut PT Transco Pratama Sungai Betung sebagai salah satu perusahaan yang memiliki komitmen terhadap program CSR. Dalam catatan pemerintah daerah, realisasi CSR perusahaan pada 2016 disebut mencapai Rp220 juta.

Kehadiran perusahaan dengan aktivitas produksi dan penyerapan tenaga kerja tersebut turut memperlihatkan keterkaitan industri pengolahan karet dengan perekonomian masyarakat sekitar.

Dari pengolahan hingga ekspor

Perjalanan PT Transco Pratama mencerminkan perkembangan industri karet Sumatera Barat yang tidak hanya bergantung pada produksi bahan mentah, tetapi juga mengembangkan proses pengolahan menjadi produk dengan standar industri.

Melalui produksi SIR 10 dan SIR 20, perusahaan berada pada mata rantai industri yang mengubah karet alam menjadi bahan baku yang dapat dipasarkan kepada industri pengguna karet.

Status sebagai processor dan exporter yang tercatat dalam direktori GAPKINDO 2020 juga menunjukkan bahwa perusahaan memiliki peran dalam rantai perdagangan karet, termasuk pasar ekspor.

Jejak panjang di Dharmasraya

Selama bertahun-tahun, PT Transco Pratama menjadi bagian dari wajah industri karet di Dharmasraya. Dari catatan perusahaan pada dekade 1990-an, perkembangan fasilitas pengolahan, penyerapan tenaga kerja, hingga pencatatan sebagai pengolah dan eksportir karet, perjalanan perusahaan mengikuti perkembangan industri karet Sumatera Barat.

Hingga periode 2024, PT Transco Pratama CRF masih tercatat dalam dokumen pengawasan pemerintah sebagai perusahaan sektor karet di Kabupaten Dharmasraya.

Dengan demikian, sejarah PT Transco Pratama tidak dapat dilepaskan dari perkembangan industri karet di wilayah Dharmasraya. Perusahaan ini menjadi salah satu mata rantai yang menghubungkan produksi karet alam dengan industri pengolahan dan pasar karet yang lebih luas.