KEDIRI, Tandaglobal.news Bertepatan dengan bulan Agustus yang menjadi bulan penting bagi bangsa Indonesia karena peringatan Hari Kemerdekaan, umat Islam juga berada dalam suasana bulan Rabiul Awal, bulan yang dikenal sebagai momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Hal tersebut disampaikan KH David Fuadi dalam khutbah yang disampaikan di Masjid Jami’ Imam Baidhowi, Jumat, 21 Agustus 2026.

Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk memahami makna peringatan kelahiran Rasulullah SAW sebagai wujud kebahagiaan, rasa syukur, serta kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

KH David Fuadi menjelaskan, kegembiraan atas kelahiran Rasulullah SAW memiliki landasan dalam sejumlah kisah dan riwayat yang disampaikan oleh para ulama.

Salah satunya adalah kisah Abu Lahab yang disebut dalam riwayat tentang kegembiraannya ketika mendengar kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, kisah tersebut menjadi bahan renungan bagi umat Islam mengenai besarnya makna kegembiraan atas kelahiran Rasulullah SAW.

Jika kegembiraan terhadap kelahiran Nabi menjadi sesuatu yang memiliki nilai tersendiri, maka umat Islam seharusnya memiliki kecintaan yang lebih besar kepada Rasulullah SAW dengan meningkatkan keimanan dan mengikuti ajarannya.

“Peringatan kelahiran Rasulullah merupakan wujud kebahagiaan dan kegembiraan atas hadirnya Nabi Muhammad SAW,” demikian salah satu pesan yang disampaikan KH David Fuadi dalam khutbahnya.

Selain sebagai ungkapan kegembiraan, kelahiran Rasulullah SAW juga menjadi momentum untuk bersyukur.

KH David Fuadi menyinggung hadis riwayat Muslim yang menerangkan tentang Rasulullah SAW yang berpuasa pada hari Senin. Dalam riwayat tersebut, hari Senin dikaitkan dengan hari kelahiran beliau sekaligus hari diturunkannya wahyu.

Hal itu, menurutnya, dapat menjadi pelajaran bahwa rasa syukur kepada Allah tidak hanya disampaikan melalui ucapan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk ibadah dan amal kebaikan.

“Momentum kelahiran Rasulullah hendaknya menjadi pengingat bagi kita untuk memperbanyak rasa syukur kepada Allah dan meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW,” pesannya.

Dalam khutbah tersebut, KH David Fuadi juga mengingatkan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah yang membawa rahmat bagi seluruh alam sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Anbiya ayat 107.