
KALIMANTAN, Tandaglobal.news — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di Pulau Kalimantan. Ribuan titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah, sementara pemerintah memperkuat penanganan untuk mencegah api meluas dan dampaknya semakin besar.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 19 Agustus 2026, terdapat 1.487 titik panas atau hotspot yang tersebar di wilayah Kalimantan.
Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi, disusul Kalimantan Barat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena sejumlah wilayah Kalimantan saat ini menghadapi risiko karhutla tinggi.
BNPB sebelumnya menyebut Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah termasuk enam provinsi prioritas penanganan karhutla pada periode meningkatnya risiko kebakaran selama Agustus hingga September.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan operasi udara.
Menurutnya, operasi darat tetap menjadi bagian penting, terutama untuk memastikan api di kawasan gambut benar-benar padam.
“Operasi darat menjadi sangat penting,” ujar Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan karhutla.
Lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla.
Api yang muncul di permukaan dapat menjalar ke lapisan gambut dan sulit dipastikan benar-benar padam.
Karena itu, petugas di lapangan harus melakukan pemadaman sekaligus memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Di Kalimantan Barat, pemerintah sebelumnya telah menambah dukungan dua unit helikopter water bombing untuk memperkuat operasi pemadaman.




















Tinggalkan Balasan