Mukomuko, Tandaglobal.news PT Agro Muko merupakan salah satu perusahaan perkebunan yang berkembang di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Perusahaan ini bergerak dalam perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, sekaligus mengembangkan komoditas karet.

Sejarah PT Agro Muko bermula dari proses pengembangan lahan perkebunan di Mukomuko pada akhir 1980-an. Dokumen perusahaan dan laporan sertifikasi mencatat proses pengurusan hak atas tanah serta pengembangan lahan telah berlangsung sebelum perusahaan resmi berdiri pada 1990.

Berawal dari Pengembangan Perkebunan

PT Tolan Tiga Indonesia tercatat telah melakukan proses pengurusan lahan dan pengembangan perkebunan sejak sekitar 1987. Beberapa tahun kemudian, PT Agro Muko berdiri sebagai perusahaan penanaman modal asing pada 1990.

Akta pendirian PT Agro Muko tercatat Nomor 2 Tahun 1990 tertanggal 12 Mei 1990. Badan hukum perusahaan kemudian memperoleh pengesahan melalui keputusan Menteri Kehakiman RI pada tahun yang sama.

Pengembangan areal perkebunan dilakukan secara bertahap. Dokumen sertifikasi mencatat sejumlah izin lokasi yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Bengkulu pada periode 1989–1991, dengan luas yang berbeda-beda.

Salah satu izin lokasi tertanggal 7 Juli 1989 mencakup sekitar 10.000 hektare. Izin lainnya mencakup sekitar 6.000 hektare, 3.740 hektare, dan 2.500 hektare. Hak Guna Usaha atau HGU juga diperoleh secara bertahap pada 1989, 1990, 1993, dan 1994.

Mengembangkan Sawit dan Karet

Dalam perkembangannya, PT Agro Muko tidak hanya mengembangkan perkebunan kelapa sawit, tetapi juga karet.

Hasil perkebunan kelapa sawit kemudian diolah menjadi crude palm oil atau CPO serta palm kernel atau PK. Sementara komoditas karet diolah menjadi crumb rubber.

Kegiatan tersebut membuat perusahaan tidak hanya menjalankan usaha perkebunan, tetapi juga membangun rantai pengolahan hasil perkebunan di kawasan operasionalnya.

Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit

Perkembangan penting berikutnya terjadi melalui pembangunan fasilitas pengolahan kelapa sawit. Sejumlah laporan akademik mencatat PT Agro Muko Palm Oil Mill mulai dibangun pada awal 1990-an dan kemudian beroperasi dengan kapasitas sekitar 60 ton tandan buah segar atau TBS per jam.

Keberadaan pabrik tersebut memungkinkan hasil perkebunan diproses di kawasan perusahaan.

Perusahaan kemudian mengembangkan Bunga Tanjung Palm Oil Mill. Salah satu kajian mencatat pembangunan pabrik dimulai pada 2000 dan mulai beroperasi pada 2001, dengan kapasitas terpasang 60 ton TBS per jam.

Perkembangan Areal Perkebunan

Seiring pertumbuhan perusahaan, kawasan operasional PT Agro Muko berkembang menjadi sejumlah unit perkebunan atau estate.

Data SIPEF saat ini mencantumkan sembilan estate, yaitu Sei Kiang, Talang Petai, Tanah Rekah, Mukomuko, Sei Betung, Bunga Tanjung, Sei Jerinjing, Air Bikuk, dan Air Buluh.

Informasi tersebut juga mencatat sekitar 18.341 hektare areal tertanam serta dua pabrik kelapa sawit, yakni Mukomuko Palm Oil Mill dan Bunga Tanjung Palm Oil Mill.

Angka areal tertanam tersebut berbeda dengan luas HGU historis yang dalam sejumlah dokumen tercatat sekitar 22.928 hektare. Perbedaan itu terjadi karena luas HGU dan luas areal tertanam merupakan dua ukuran yang berbeda.

Pengolahan Karet

Selain kelapa sawit, karet menjadi bagian dari perjalanan PT Agro Muko. Perusahaan tercatat memiliki PT Agro Muko Crumb Rubber Factory, fasilitas yang mengolah karet menjadi karet remah.

Salah satu laporan mencatat kapasitas fasilitas pengolahan tersebut sekitar 500–600 kilogram karet kering per jam. Keberadaan fasilitas ini menunjukkan bahwa pengembangan usaha PT Agro Muko sejak periode awal mencakup lebih dari satu komoditas perkebunan.

Bagian dari SIPEF Group

PT Agro Muko merupakan bagian dari jaringan usaha perkebunan SIPEF Group di Indonesia.

Dokumen akademik dari periode sebelumnya mencatat struktur pemegang saham yang melibatkan sejumlah entitas, termasuk PT Tolan Tiga Indonesia, Rowe Evans (Blk) Ltd, PT Austindo Nusantara Jaya, DEG, International Finance Corporation, dan Franklin Falls Timber Co. Inc.

Namun, komposisi pemegang saham dapat berubah dari waktu ke waktu sehingga struktur historis tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai susunan kepemilikan saat ini.

Yang tercatat dalam informasi perusahaan adalah PT Agro Muko tetap menjadi salah satu perusahaan perkebunan SIPEF di Indonesia.

Hubungan dengan Masyarakat Sekitar

Perkembangan perkebunan PT Agro Muko turut membentuk aktivitas ekonomi di sejumlah wilayah Kabupaten Mukomuko.

Dokumen akademik mencatat kegiatan perusahaan antara lain berada di wilayah Mukomuko Utara, Mukomuko Selatan, Lubuk Pinang, Teras Terunjam, Pondok Suguh, V Koto, Penarik, Selagan Raya, Air Dikit, dan Teramang Jaya.

Kegiatan perkebunan tersebut berkaitan dengan tenaga kerja, produksi, serta hubungan ekonomi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Dalam perkembangannya, perusahaan juga memiliki hubungan produksi dengan smallholders atau pekebun kecil. Data SIPEF mencatat sebagian produksi CPO dan palm kernel PT Agro Muko berasal dari kebun perusahaan dan sebagian lainnya dari smallholders.

Penerapan Sertifikasi Berkelanjutan

Perjalanan industri perkebunan PT Agro Muko kemudian diikuti penerapan berbagai standar keberlanjutan.

Perusahaan tercatat memperoleh sertifikasi RSPO untuk sejumlah estate dan pabriknya. Informasi SIPEF mencatat sertifikasi RSPO untuk sejumlah unit PT Agro Muko sejak 2011.

Dokumen sertifikasi mencakup penilaian terhadap legalitas lahan, lingkungan, ketenagakerjaan, sosial, serta pengelolaan perkebunan.

Dengan demikian, perkembangan PT Agro Muko tidak hanya ditandai perluasan perkebunan dan pembangunan fasilitas pengolahan, tetapi juga penerapan standar pengelolaan perkebunan yang semakin berkembang.

Lebih dari Tiga Dekade Berkembang

Selama lebih dari tiga dekade, PT Agro Muko berkembang dari perusahaan yang dibentuk pada 1990 menjadi usaha perkebunan dan pengolahan hasil pertanian.

Kegiatan perusahaan mencakup perkebunan kelapa sawit dan karet, pengoperasian pabrik kelapa sawit, pengolahan CPO dan palm kernel, pengolahan karet menjadi crumb rubber, serta pengelolaan sejumlah estate di Kabupaten Mukomuko.

Data SIPEF saat ini mencatat dua pabrik kelapa sawit PT Agro Muko dengan produksi CPO dan palm kernel yang berasal dari kebun perusahaan maupun smallholders.

PT Agro Muko Saat Ini

Hingga kini, PT Agro Muko masih tercatat sebagai salah satu perusahaan perkebunan SIPEF di Indonesia.

Informasi perusahaan mencatat sembilan estate dengan komoditas utama CPO dan palm kernel, serta dua pabrik kelapa sawit, yaitu Mukomuko Palm Oil Mill dan Bunga Tanjung Palm Oil Mill.

Perjalanan perusahaan dimulai dari pengembangan lahan pada akhir 1980-an, pendirian badan usaha pada 1990, pembangunan fasilitas pengolahan, perluasan kawasan perkebunan, hingga penerapan standar keberlanjutan.

Rangkaian perkembangan tersebut menempatkan PT Agro Muko sebagai bagian dari sejarah pertumbuhan industri perkebunan modern di Kabupaten Mukomuko dan Provinsi Bengkulu.