Kediri, Tandaglobal.news Cuaca ekstrem yang terjadi selama musim kemarau membawa dampak terhadap meningkatnya penggunaan layanan pesan antar makanan di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Suhu yang terik pada siang hari serta udara yang lebih dingin pada malam hari membuat sebagian masyarakat memilih memesan makanan melalui aplikasi dibanding harus keluar rumah.

Perubahan pola aktivitas masyarakat tersebut turut dirasakan para pengemudi layanan pesan antar.

Ketika kondisi cuaca dinilai kurang nyaman untuk beraktivitas di luar rumah, permintaan terhadap layanan pengantaran makanan dan minuman cenderung mengalami peningkatan, terutama pada waktu makan siang dan malam.

Salah satu pengemudi ShopeeFood di Pare, Bagas, mengatakan jumlah pesanan mengalami peningkatan, terutama saat jam makan siang dan malam.

Menurutnya, banyak pelanggan memanfaatkan layanan pesan antar karena enggan beraktivitas di luar ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.

“Kalau siang pesanan minuman dingin cukup banyak, sedangkan malam lebih banyak makanan berkuah seperti bakso, mie rebus, dan soto,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Meningkatnya jumlah pesanan tersebut tidak serta-merta membuat pekerjaan para pengemudi menjadi lebih mudah.

Mereka tetap harus menghadapi panas terik saat siang hari, kemudian berganti menghadapi suhu dingin pada malam hari.

Selain itu, antrean di sejumlah merchant juga menjadi lebih panjang karena tingginya volume pesanan.

“Order memang bertambah, tapi kami juga harus menjaga stamina karena cuaca berubah-ubah dan waktu tunggu di merchant kadang lebih lama,” tambah Bagas.

Selain dipengaruhi kondisi cuaca, meningkatnya penggunaan layanan ShopeeFood juga didorong berbagai promo yang ditawarkan kepada pelanggan.

Program potongan harga dan gratis ongkos kirim menjadi daya tarik tersendiri sehingga masyarakat semakin memilih menggunakan layanan pesan antar.

Bagi sebagian pelanggan, layanan pesan antar dinilai lebih praktis karena mampu menghemat waktu dan tenaga, terutama ketika cuaca sedang terik atau pada malam hari saat suhu udara mulai menurun.

Kondisi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap meningkatnya aktivitas transaksi di sejumlah pelaku usaha kuliner yang telah bermitra dengan layanan pengantaran daring.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan di lapangan, para pengemudi berharap masyarakat dapat memahami apabila terjadi keterlambatan pengiriman pada jam-jam sibuk.

Tingginya jumlah pesanan dan antrean di merchant menjadi salah satu penyebab waktu pengantaran lebih lama.

Kendati demikian, para driver tetap mengutamakan keselamatan berkendara agar pesanan dapat diterima pelanggan dalam kondisi baik.

Fenomena meningkatnya penggunaan layanan pesan antar saat kondisi cuaca berubah juga menunjukkan adanya perubahan kebiasaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah kemudahan layanan digital yang semakin berkembang, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh makanan dan minuman tanpa harus meninggalkan aktivitas maupun menghadapi kondisi cuaca yang kurang mendukung.