Tandaglobal.news | Kediri — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri menyatakan hingga kini belum menerima laporan adanya desa yang mengalami krisis air bersih meski musim kemarau tahun 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, mengatakan kondisi di berbagai wilayah masih relatif aman.
Meski demikian, BPBD tetap meningkatkan kesiapsiagaan karena berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026.
“Alhamdulillah sampai sekarang masih aman,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Kediri telah menyiapkan armada tangki air beserta tandon yang dapat segera dikerahkan apabila terdapat wilayah yang mengalami kekurangan air bersih.
“Kami menyiapkan armada tangki dan tandon air untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang membutuhkan,” kata Djoko.
Menurutnya, dampak musim kemarau tidak hanya berpotensi menyebabkan krisis air bersih, tetapi juga memengaruhi sektor pertanian akibat berkurangnya ketersediaan air untuk irigasi.
“Kemarau yang panjang dapat berpengaruh terhadap ketahanan pangan karena ketersediaan air irigasi yang terbatas berdampak pada hasil panen. Selain itu juga berpotensi menimbulkan kekurangan air bersih di beberapa wilayah serta meningkatkan risiko kebakaran, baik di permukiman, lahan maupun hutan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Kediri sebelumnya juga telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 300.2.3/3/418.07/2026 tentang Kewaspadaan Menghadapi Musim Kemarau Tahun 2026.
Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh perangkat daerah, camat, hingga kepala desa agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan berbagai langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran selama musim kemarau.
Melalui surat edaran itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat, menjaga sumber air bersih, memanfaatkan embung maupun sumur bor, melakukan pemantauan terhadap wilayah rawan kekeringan, serta tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, para camat diminta mengidentifikasi desa-desa yang berpotensi mengalami kekeringan air bersih maupun lahan pertanian sebagai dasar penanganan lebih lanjut.
BPBD Kabupaten Kediri juga mengajak masyarakat untuk tetap bijak menggunakan air selama musim kemarau serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Warga yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih diminta segera melapor kepada pemerintah desa atau BPBD agar bantuan distribusi air dapat segera disalurkan secara cepat dan tepat sasaran.




















Tinggalkan Balasan