Tandaglobal.news | Kediri — Pemerintah Kota Kediri mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen menghadirkan perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang dirangkaikan dengan apel bersama di Kantor Kecamatan Pesantren, Kamis (23/7/2026).

Penyaluran tersebut menjadi awal distribusi BLT DBHCHT Tahun 2026 kepada 4.805 penerima manfaat yang berasal dari lima kelompok.

Rinciannya meliputi 1.405 anak yatim, 2.797 fakir miskin, 533 lanjut usia, 10 anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), serta 60 penyandang disabilitas berat.

Besaran bantuan yang diterima masing-masing kelompok berbeda. Fakir miskin dan lanjut usia memperoleh Rp1.000.000, anak yatim menerima Rp600.000, anak yang berhadapan dengan hukum memperoleh Rp3.600.000, sedangkan penyandang disabilitas berat menerima Rp6.000.000.

Pada penyaluran perdana tersebut, Wali Kota Kediri menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 54 penerima manfaat yang terdiri atas lanjut usia dan fakir miskin, serta 10 anak yang berhadapan dengan hukum.

Selain itu, bantuan juga diantarkan langsung kepada dua penyandang disabilitas berat yang berdomisili di Kelurahan Burengan dan Kelurahan Jamsaren.

Vinanda menjelaskan penyaluran BLT DBHCHT Tahun 2026 dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, bantuan diberikan kepada fakir miskin, lanjut usia, anak yang berhadapan dengan hukum, dan penyandang disabilitas berat.

Sementara penyaluran bagi 1.405 anak yatim dijadwalkan berlangsung pada peringatan Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri, Senin mendatang.

“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi tantangan ekonomi, sehingga dapat ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Kediri,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Vinanda juga mengingatkan seluruh jajaran Pemerintah Kota Kediri, mulai dari kepala OPD, camat, lurah, relawan TRC, hingga seluruh pihak yang terlibat agar memastikan proses penyaluran berlangsung tepat sasaran.

“Jangan sampai program yang baik ini justru menimbulkan masalah karena penerimanya tidak tepat sasaran. Saya titip kepada kepala dinas terkait, camat, lurah, relawan, dan seluruh pihak untuk terus melakukan pengawasan. Pastikan bantuan ini diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak,” ucapnya.

Ia turut mengajak masyarakat berperan aktif mengawasi penyaluran bantuan agar berjalan secara transparan dan akuntabel.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci agar program bantuan sosial memberikan manfaat maksimal bagi warga yang membutuhkan.

“Saya berpesan agar bantuan yang diterima digunakan secara bijaksana untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Yuni, keluarga salah satu penerima bantuan penyandang disabilitas berat, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Kediri kepada kakaknya yang merupakan penyandang disabilitas sejak lahir.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Kediri atas bantuan ini. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami karena bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari kakak saya,” tutupnya.