Tandaglobal.news | Kediri — Di tengah pesatnya perkembangan transportasi berbasis aplikasi, para tukang becak di Kota Kediri harus berjuang lebih keras untuk mempertahankan mata pencaharian mereka. Kehadiran layanan seperti Gojek, Grab, dan Maxim membuat jumlah penumpang becak terus menurun dari tahun ke tahun.
Salah seorang tukang becak yang mangkal di depan Taman Hutan Joyoboyo, Pono, mengaku kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penghasilannya.
Menurutnya, masyarakat kini lebih memilih transportasi online karena dinilai lebih praktis, tarifnya sudah jelas, dan dapat dipesan dengan mudah melalui aplikasi.
“Sekarang sehari dapat satu atau dua penumpang saja sudah bersyukur. Kadang seharian juga tidak ada penumpang,” ujar Pono, Selasa (21/7/2026).
Ia menuturkan, sebagian besar tukang becak merupakan warga lanjut usia yang kesulitan mengikuti perkembangan teknologi.
Keterbatasan dalam menggunakan telepon pintar maupun aplikasi transportasi membuat mereka tidak mudah beralih menjadi pengemudi transportasi online.
Selain itu, menjadi pengemudi transportasi online juga membutuhkan kendaraan bermotor yang layak serta modal yang tidak sedikit.
Kondisi tersebut menjadi kendala bagi para tukang becak yang selama ini mengandalkan penghasilan harian untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Agar tetap bisa bertahan, para tukang becak kini lebih banyak melayani perjalanan jarak dekat. Mereka juga membantu mengangkut barang belanjaan dari pasar serta mengandalkan pelanggan lama yang masih setia menggunakan jasa becak.
“Kami hanya berharap masih ada masyarakat yang mau menggunakan jasa becak. Ini sudah menjadi mata pencaharian kami sejak lama,” katanya.
Pono berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap keberlangsungan becak sebagai salah satu moda transportasi tradisional yang masih dibutuhkan masyarakat.
Menurutnya, pembinaan maupun program pemberdayaan dapat membantu para tukang becak memperoleh penghasilan yang lebih layak di tengah pesatnya perkembangan teknologi transportasi.
Selain menjadi sumber penghidupan bagi para pengayuh becak, keberadaan becak juga dinilai memiliki nilai budaya dan menjadi bagian dari identitas Kota Kediri.
Karena itu, upaya pelestarian dan pemberdayaan diharapkan dapat menjaga eksistensi transportasi tradisional tersebut agar tetap bertahan berdampingan dengan perkembangan transportasi modern.




















Tinggalkan Balasan