Namun, warga masih menunggu kepastian mengenai keputusan akhir terkait kelanjutan operasional tambang.

Sugeng mengatakan pihak perusahaan masih menunggu hasil penilaian tim independen, sedangkan masyarakat tetap meminta penutupan permanen.

Menurutnya, perbedaan pandangan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan langkah yang memberikan kepastian atas keresahan warga.

Terkait kondisi terkini, Sugeng menyebut aktivitas tambang sudah tidak berjalan selama beberapa hari terakhir.

Ia mengapresiasi pihak tambang yang telah menghentikan aktivitas sementara dan dinilai merespons keluhan masyarakat sekitar.

“Dari pihak tambang, saya sangat menghargai karena sudah tidak beraktivitas lagi. Mereka juga merespons apa yang menjadi keluh kesah masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Meski demikian, Sugeng belum dapat memastikan apakah penghentian tersebut akan berlanjut menjadi penutupan permanen atau aktivitas tambang kembali berjalan.

Ia menyebut kemungkinan adanya audiensi lanjutan maupun aksi warga masih bergantung pada perkembangan keputusan ke depan.

Bagi warga Puncu, kepastian mengenai masa depan tambang menjadi hal yang dinantikan.

Mereka berharap evaluasi tidak hanya mempertimbangkan operasional perusahaan, tetapi juga memperhatikan perlindungan sumber mata air, kondisi lingkungan, keselamatan warga, serta ketahanan infrastruktur di sekitar lokasi tambang.