KEDIRI, Tandaglobal.news — Dinas Sosial Kabupaten Kediri mencatat sekitar 6.000 penerima bantuan sosial (bansos) terindikasi berkaitan dengan aktivitas judi online sepanjang 2026. Temuan tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kelanjutan bantuan bagi keluarga yang tercatat dalam proses pendataan dan verifikasi.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Dedy Kriswahyudi, menyampaikan bahwa jumlah penerima bansos yang terindikasi terkait judi online tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab kenaikan angka tersebut belum dapat dipastikan karena belum ada penelitian khusus dari kementerian terkait.
“Kalau alasan kenaikan angkanya, penelitian dari kementerian belum ada. Menurut saya, judi yang dulu sudah ada sekarang semakin mudah dilakukan karena berpindah ke online,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Kemudahan mengakses platform digital dan melakukan transaksi melalui telepon seluler dinilai menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.
Perjudian online tidak hanya berisiko menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga dapat berdampak pada keluarga ketika aktivitas tersebut berkaitan dengan identitas atau rekening anggota keluarga yang tercatat dalam sistem.
Dalam proses pendataan dan verifikasi, keterkaitan data penerima bantuan dengan indikasi aktivitas judi online dapat memengaruhi kelanjutan bantuan.
Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa penggunaan rekening atau keterlibatan anggota keluarga dalam aktivitas yang terdeteksi sistem dapat membawa konsekuensi bagi penerima bansos.
Dinsos menjelaskan bahwa keluarga yang bantuannya terdampak karena terindikasi berkaitan dengan judi online tidak otomatis kembali menerima bantuan setelah persoalan tersebut ditindaklanjuti.
Menurut Dedy, terdapat prosedur yang harus dipenuhi, termasuk melengkapi dokumen yang dipersyaratkan dan melakukan pendaftaran kembali sesuai mekanisme yang berlaku.
“Setelah teridentifikasi, keluarga harus membuat surat pernyataan dan mengunggah bukti penutupan rekening sesuai ketentuan. Setelah itu, bantuan tidak otomatis langsung cair. Mereka harus mengikuti proses pendaftaran kembali,” jelasnya.
Proses tersebut dapat menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat, terutama apabila rekening yang perlu ditutup merupakan rekening bank digital dengan prosedur administrasi yang tidak mudah diakses secara langsung.
Dinsos menyebutkan, dari sekitar 6.000 penerima bansos yang terindikasi, masih terdapat sekitar 1.000 kasus yang belum menyelesaikan proses sanggah atau tahapan administrasi terkait.
Namun, angka tersebut merupakan perkiraan berdasarkan penjelasan narasumber saat wawancara dan masih perlu dikonfirmasi melalui data resmi terbaru.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan tidak cukup hanya dengan memberikan informasi mengenai status bantuan.
Pendampingan administratif juga diperlukan agar masyarakat memahami tahapan yang harus dilakukan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Dinsos adalah kemungkinan aktivitas judi online dilakukan oleh anggota keluarga lain yang masih tercatat dalam satu kartu keluarga.
Dalam kondisi tersebut, penerima bantuan belum tentu merupakan pihak yang melakukan aktivitas perjudian.
Namun, dampaknya dapat dirasakan anggota keluarga lain ketika keterkaitan data mereka terdeteksi dalam sistem.
Dedy menilai, edukasi mengenai bahaya judi online perlu diperluas kepada seluruh anggota keluarga, bukan hanya penerima bantuan yang selama ini mengikuti pertemuan kelompok atau pendampingan sosial.
“Pendamping sudah sering menyampaikan agar masyarakat tidak berjudi. Tetapi yang mendapat sosialisasi terkadang orang tuanya, sedangkan anak atau menantunya yang tinggal dalam satu kartu keluarga justru melakukan aktivitas tersebut,” ungkapnya.
Ia mencontohkan adanya keluarga yang kehilangan akses terhadap bantuan setelah anggota keluarga lain terindikasi terkait judi online.
Situasi semacam ini dapat memperberat kondisi rumah tangga, terutama apabila keluarga tersebut masih bergantung pada bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, Dinsos mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan rekening dan identitas kependudukan.
Pengawasan keluarga terhadap penggunaan rekening oleh anggota keluarga lain juga dinilai penting untuk mencegah munculnya persoalan serupa.
Di sisi lain, Dinsos belum dapat memastikan apakah kenaikan jumlah penerima bansos yang terindikasi berkaitan dengan judi online mencerminkan peningkatan aktivitas perjudian secara keseluruhan. Data dan penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menyimpulkan penyebab kenaikan tersebut.



















Tinggalkan Balasan