KEDIRI, TandaGlobalNews–Sendang Tirto Kamandanu yang berkaitan dengan sejarah Sri Aji Jayabaya di Kabupaten Kediri menjadi salah satu tujuan kunjungan pelajar untuk belajar sejarah di luar kelas. Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah pengunjung dilaporkan meningkat mulai dari siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah atas (SMA), mahasiswa hingga masyarakat umum.

Peningkatan kunjungan tersebut salah satunya dipengaruhi kegiatan Kegiatan Tengah Semester (KTS) dari sejumlah sekolah. Melalui kegiatan ini, para pelajar berkesempatan mengenal situs bersejarah secara langsung sekaligus menambah wawasan mengenai sejarah daerah.

Juru kunci Sendang Tirtokamandanu, Mbah Sempu, mengatakan jumlah pengunjung pada waktu-waktu tertentu, terutama pagi hari, bisa mencapai sekitar 200 orang.

“Pengunjungnya sekarang cukup ramai, mulai dari anak-anak sekolah, mahasiswa sampai masyarakat umum. Pada pagi hari, jumlahnya bisa mencapai sekitar 200 orang,” jelasnya Sabtu, (10/10/26).

Menurutnya, sebagian pengunjung datang untuk mengetahui sejarah dan asal-usul Sendang Tirtokamandanu yang berkaitan dengan Sri Aji Jayabaya pada masa Kerajaan Kediri. Selain mendapatkan penjelasan sejarah, pengunjung juga dapat mengenal tradisi yang masih berkembang di sekitar situs tersebut.

Kunjungan biasanya semakin ramai saat malam Suro. Pada momen tersebut, terdapat rangkaian kegiatan yang dimulai pada malam satu Suro dan dilanjutkan dengan upacara sedino-sedina, yakni kegiatan selama sehari semalam yang berkaitan dengan tradisi mengenang sejarah Sri Aji Jayabaya.

Mbah Sempu juga menjelaskan adanya kepercayaan masyarakat mengenai manfaat mandi atau membasuh muka di sendang.

“Mandi dipercaya dapat membuat tubuh tetap sehat, sedangkan membasuh muka diyakini membuat wajah tampak lebih cerah dan awet muda. Kepercayaan tersebut merupakan bagian dari tradisi masyarakat, bukan manfaat medis yang telah dipastikan,” tuturnya.

Dalam kunjungan, pengunjung juga diharapkan menjaga sikap serta mematuhi arahan juru kunci. Terdapat pula pantangan dalam tradisi setempat, termasuk larangan mandi bagi perempuan yang sedang haid.

Salah satu pengunjung, Wendry, siswa SMAN 2 Kota Kediri, menilai keberadaan Sendang Tirtokamandanu penting sebagai sarana edukasi sejarah bagi generasi muda. Menurutnya, kunjungan langsung membuat pelajar dapat mengenal tempat bersejarah yang sebelumnya hanya diketahui melalui cerita atau materi pembelajaran.

“Kalau generasi muda, tempat seperti ini bagus karena kita bisa mengetahui langsung tempat-tempat bersejarah dari Kerajaan Kediri. Kalau tidak ada tempat ini, kita mungkin hanya tahu ceritanya tanpa mengetahui tempatnya,” ujarnya.

Ia mengaku, penjelasan dari juru kunci mudah dipahami. Pengalaman Mbah Sempu yang turut terlibat dalam proses penemuan situs tersebut, menurut Wendry, membantu memberikan gambaran lebih detail kepada para pengunjung.

Selain menambah pengetahuan, Wendry menilai pembelajaran sejarah secara langsung dapat menumbuhkan rasa menghargai leluhur dan peninggalan sejarah di daerah sendiri.

“Semoga generasi muda semakin tahu, tidak hanya dari cerita, tetapi juga bisa sesekali mengikuti ritual atau acara di sini supaya dapat merasakan langsung kegiatan yang ada,” ungkapnya.

Reporter: Maulana Rahmadha
Editor: Rizky Rusdiyanto