KEDIRI, Tandaglobal.news — SMAN 1 Puncu mulai mempersiapkan peserta didiknya menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) melalui pelaksanaan gladi TKA–ANBK yang dimulai pada Senin (5/10/2026).

Kegiatan gladi tidak hanya menjadi persiapan teknis sebelum pelaksanaan asesmen, tetapi juga dimanfaatkan untuk membangun kesiapan siswa dalam menghadapi asesmen berbasis komputer.

Meski pelaksanaan gladi dihadapkan pada keterbatasan ruangan, kegiatan tetap berlangsung tertib dan lancar.

Sekolah mengatur peserta serta memanfaatkan ruang yang tersedia agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.

Koordinasi antara panitia, proktor, teknisi, dan guru juga dilakukan untuk memastikan berbagai kebutuhan selama gladi dapat terpenuhi.

Kepala SMAN 1 Puncu, Jawari Muslim, S.Pd., mengatakan keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi penghambat sekolah dalam mempersiapkan peserta didik.

“Keterbatasan ruangan jangan sampai menjadi penghambat. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengelola kondisi yang ada dengan sebaik-baiknya,” ujar Jawari, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, gladi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal lebih dekat mekanisme asesmen.

Para siswa dapat membiasakan diri mengerjakan soal melalui perangkat komputer sekaligus melatih konsentrasi dan ketenangan saat mengikuti asesmen.

Jawari berharap seluruh peserta didik mengikuti kegiatan tersebut dengan serius dan percaya diri.

Dengan mengikuti gladi, siswa diharapkan dapat mengetahui berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum menghadapi pelaksanaan asesmen yang sebenarnya.

“Saya berharap seluruh peserta didik mengikuti gladi ini dengan serius, tenang, dan percaya diri sehingga nantinya benar-benar siap menghadapi TKA dan ANBK,” katanya.

Selain siswa, kegiatan gladi juga menjadi bagian penting bagi guru dan tim teknis.

Mereka memastikan kesiapan perangkat komputer, jaringan, serta mekanisme pelaksanaan agar dapat berjalan dengan baik.

Sekolah memanfaatkan gladi sebagai evaluasi awal terhadap berbagai aspek teknis.

Jika ditemukan kendala selama pelaksanaan, perbaikan dapat segera dilakukan sebelum asesmen berlangsung.

Bagi siswa, kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman untuk memahami alur asesmen berbasis komputer, termasuk membiasakan diri mengatur waktu ketika mengerjakan soal.

Dengan persiapan yang dilakukan secara bersama-sama, SMAN 1 Puncu berharap pelaksanaan TKA dan ANBK nantinya dapat berlangsung lancar.

Keterbatasan ruangan menjadi tantangan yang dihadapi melalui pengelolaan dan koordinasi, sementara kesiapan siswa tetap menjadi salah satu fokus utama.

Melalui gladi tersebut, sekolah berupaya membangun kesiapan siswa secara bertahap, baik dari sisi teknis maupun mental, sehingga mereka dapat menghadapi asesmen dengan lebih tenang dan percaya diri.