JAKARTA, Tandaglobal.news — Pro player Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dari ONIC, Sanz, tengah menjadi sorotan setelah diduga menjadi korban love scam atau catfishing di media sosial.
Isu tersebut mulai ramai diperbincangkan pada Sabtu, 19 September 2026. Pembahasan di komunitas MLBB menyebut Sanz diduga berkomunikasi dengan seorang perempuan yang menggunakan foto milik influencer asal Rusia dan mengaku sebagai sosok dalam foto tersebut.
Dalam komunikasi yang disebut berlangsung cukup intens itu, Sanz dikabarkan sempat melakukan video call hingga mengirimkan bunga. Namun, detail mengenai kapan komunikasi tersebut dimulai dan kapan tindakan-tindakan tersebut terjadi belum mendapat konfirmasi resmi dari Sanz maupun pihak ONIC.
Kabar tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah warganet menyoroti dugaan penggunaan identitas palsu dalam komunikasi tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk catfishing atau penipuan dengan menggunakan identitas orang lain.
Secara umum, love scam merupakan modus penipuan yang memanfaatkan kedekatan emosional untuk membangun kepercayaan korban. Pusiknas Bareskrim Polri menjelaskan bahwa pelaku biasanya membangun hubungan melalui komunikasi intens sebelum kemudian menggunakan berbagai alasan untuk memperoleh uang atau keuntungan dari korban.
Identitas palsu juga dapat digunakan dalam skenario tersebut.
Pusiknas Bareskrim Polri juga mengingatkan bahwa love scam dapat menimpa siapa saja, tanpa memandang usia, pendidikan, status hubungan maupun kondisi ekonomi.
Masyarakat dianjurkan melakukan verifikasi terhadap identitas seseorang yang dikenal secara daring dan tidak terburu-buru memberikan uang maupun informasi pribadi.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi yang dapat memastikan seluruh detail dugaan kasus yang melibatkan Sanz.
Karena itu, informasi mengenai komunikasi, video call, pengiriman bunga, maupun identitas akun tersebut masih perlu diperlakukan sebagai informasi yang belum terkonfirmasi.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa interaksi di media sosial tetap perlu disikapi dengan hati-hati. Verifikasi identitas, kewaspadaan terhadap permintaan tertentu, serta tidak mudah membagikan data pribadi menjadi langkah penting untuk menghindari modus penipuan berbasis hubungan emosional.










Tinggalkan Balasan