



Dalam kegiatan tersebut, sejumlah unit diperkenalkan kepada peserta, di antaranya traktor LOVOL 110 HP, traktor LOVOL 50 HP, serta mini ekskavator kelas 6 ton.
Menurut Nanang, alat-alat tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan pertanian dan perkebunan di Jawa Timur, khususnya dalam mendukung pekerjaan di sektor tebu.
“Tenaga kerja semuanya sulit. Dengan inovasi-inovasi terbaru mudah-mudahan dapat membantu dan meringankan,” ujarnya.
Selain pemaparan mengenai produk, peserta juga mendapat kesempatan melihat unit secara langsung.
Para operator dan petani dapat berdiskusi dengan tim teknis mengenai fungsi, spesifikasi hingga pengoperasian alat, sekaligus mencoba unit yang disediakan.
Dalam pemaparannya, tim PT Kotrack Machinery Indonesia juga menjelaskan kesiapan layanan purnajual, termasuk dukungan servis dan ketersediaan suku cadang.
Untuk wilayah Jawa Timur, dukungan tersebut dipusatkan melalui kantor di Surabaya dan diperkuat kantor perwakilan di Bojonegoro.
Perwakilan perusahaan menyebut produk LOVOL telah digunakan di Indonesia sejak 2012 dan telah tersebar di berbagai wilayah.
Untuk sektor perkebunan tebu, unit yang tersedia memiliki beragam kapasitas, mulai dari 90 HP, 110 HP, 150 HP hingga 180 HP.
Penggunaan alat mekanisasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung pekerjaan perkebunan, termasuk pengolahan lahan dan pengairan.
Ekskavator yang diperkenalkan dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan pendukung sistem pengairan maupun aplikasi penjepit tebu.
Salah satu harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah semakin banyak petani dan generasi muda yang tertarik mengembangkan usaha di sektor perkebunan dengan memanfaatkan teknologi.
Mekanisasi dinilai tidak hanya dapat membantu mengatasi keterbatasan tenaga kerja, tetapi juga membuka peluang agar sektor pertanian dikelola dengan pendekatan yang lebih modern dan produktif.




















Tinggalkan Balasan