KEDIRI, Tandaglobal.news Upaya mendorong mekanisasi pertanian tebu di Kabupaten Kediri terus dilakukan. Salah satunya melalui demo alat dan mesin pertanian yang digelar CV Kembang Rosan Abadi bersama PT Kotrack Machinery Indonesia di Desa Tiru Lor, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut memperkenalkan sejumlah alat mekanisasi pertanian yang dapat digunakan mulai dari tahap pengolahan lahan hingga mendukung aktivitas perkebunan tebu.

Sejumlah petani dan perwakilan pabrik gula di Jawa Timur turut hadir untuk melihat langsung kemampuan alat yang dipamerkan.

Direktur PT Kotrack Machinery Indonesia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan mekanisasi pertanian kepada petani, khususnya petani tebu yang saat ini menghadapi keterbatasan tenaga kerja.

Menurutnya, mekanisasi dibutuhkan untuk membantu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual.

Produk yang diperkenalkan juga dirancang untuk digunakan dalam berbagai tahapan pekerjaan pertanian.

Ia menyebut sejumlah keunggulan yang ditawarkan, antara lain torsi mesin dan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Mesin yang digunakan masih mengandalkan sistem mechanical engine, bukan common rail, sehingga diklaim lebih toleran terhadap penggunaan bahan bakar tertentu.

“Kita berharap semua petani bisa tahu manfaat mekanisasi. Melalui Pak Nanang, kita berharap makin banyak mekanisasi sehingga produktivitas gula kita semakin tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Jawa Timur menjadi salah satu wilayah penting untuk pengembangan mekanisasi pertanian tebu karena memiliki basis perkebunan tebu yang besar.

Karena itu, kegiatan di Kediri diharapkan dapat menjadi awal pengenalan teknologi mekanisasi yang kemudian berkembang ke daerah lainnya.

Sementara itu, Direktur CV Kembang Rosan Abadi Nanang Sukamto mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk mengenalkan teknologi mekanisasi kepada petani tebu di tengah semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja pertanian.

“Adanya inovasi-inovasi dari PT Kotrack mudah-mudahan bisa membantu dan meringankan beban petani,” kata Nanang.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah unit diperkenalkan kepada peserta, di antaranya traktor LOVOL 110 HP, traktor LOVOL 50 HP, serta mini ekskavator kelas 6 ton.

Menurut Nanang, alat-alat tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan pertanian dan perkebunan di Jawa Timur, khususnya dalam mendukung pekerjaan di sektor tebu.

“Tenaga kerja semuanya sulit. Dengan inovasi-inovasi terbaru mudah-mudahan dapat membantu dan meringankan,” ujarnya.

Selain pemaparan mengenai produk, peserta juga mendapat kesempatan melihat unit secara langsung.

Para operator dan petani dapat berdiskusi dengan tim teknis mengenai fungsi, spesifikasi hingga pengoperasian alat, sekaligus mencoba unit yang disediakan.

Dalam pemaparannya, tim PT Kotrack Machinery Indonesia juga menjelaskan kesiapan layanan purnajual, termasuk dukungan servis dan ketersediaan suku cadang.

Untuk wilayah Jawa Timur, dukungan tersebut dipusatkan melalui kantor di Surabaya dan diperkuat kantor perwakilan di Bojonegoro.

Perwakilan perusahaan menyebut produk LOVOL telah digunakan di Indonesia sejak 2012 dan telah tersebar di berbagai wilayah.

Untuk sektor perkebunan tebu, unit yang tersedia memiliki beragam kapasitas, mulai dari 90 HP, 110 HP, 150 HP hingga 180 HP.

Penggunaan alat mekanisasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung pekerjaan perkebunan, termasuk pengolahan lahan dan pengairan.

Ekskavator yang diperkenalkan dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan pendukung sistem pengairan maupun aplikasi penjepit tebu.

Salah satu harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah semakin banyak petani dan generasi muda yang tertarik mengembangkan usaha di sektor perkebunan dengan memanfaatkan teknologi.

Mekanisasi dinilai tidak hanya dapat membantu mengatasi keterbatasan tenaga kerja, tetapi juga membuka peluang agar sektor pertanian dikelola dengan pendekatan yang lebih modern dan produktif.