Bahkan menjelang Lebaran, permintaan bisa meningkat hingga lebih dari satu ton.

Produk yang ditawarkan tersedia dalam dua bentuk.

Rengginang mentah atau krecek dijual dalam kemasan 500 gram dengan harga Rp18 ribu.

Sementara itu, rengginang yang sudah digoreng dikemas 175 gram dan dibanderol Rp12 ribu.

Di tengah usaha yang terus berjalan, kenaikan harga bahan baku menjadi salah satu tantangan.

Terutama harga beras ketan yang menurut Ahwan kini mengalami kenaikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Meski begitu, ia tetap berupaya mempertahankan kualitas dan mengembangkan produknya.

Berbagai varian rasa yang kini tersedia juga lahir dari proses mencari inspirasi melalui pasar maupun berbagai kegiatan pameran makanan.

Bagi masyarakat yang ingin mencoba usaha serupa, Ahwan menilai kunci utamanya bukan hanya kemampuan membuat produk, tetapi juga ketelatenan dalam menjalankan proses produksi dan pemasaran.

Ia berharap dukungan pemerintah terhadap UMKM ke depan tidak hanya berupa bantuan modal, tetapi juga membantu membuka akses pemasaran.

Menurutnya, produk yang sudah dibuat akan sulit berkembang apabila tidak memiliki pasar yang cukup.

“Kalau pemerintah memberi modal tetapi barangnya tidak bisa terjual, juga percuma. Menurut saya yang penting bagaimana UMKM dibantu dalam pemasaran,” pungkasnya.