Pada hari biasa, sekitar 10 kilogram beras ketan dapat diolah menjadi rengginang.
Jumlah tersebut dapat meningkat hingga sekitar 20 kilogram ketika memasuki musim Lebaran.
Menurut Ahwan, Lebaran menjadi momentum dengan permintaan paling tinggi.
Sementara itu, perayaan Agustusan belum memberikan peningkatan penjualan yang signifikan.
“Kalau Lebaran paling tinggi. Mendekati Lebaran biasanya pesanan mulai banyak,” katanya.
Dari sisi pemasaran, Rengginang Barokah 3 Putra lebih banyak menyasar pasar tradisional dan pasar modern.
Ahwan juga beberapa kali mengikuti pameran yang digelar pemerintah maupun kegiatan pelaku industri kecil dan menengah.
Bagi Ahwan, pameran menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus mencari inspirasi pengembangan varian.
Namun, ia menilai tidak semua pameran memberikan hasil penjualan yang besar karena membutuhkan waktu dan tenaga.
Ia juga pernah mencoba pemasaran secara daring.
Namun, karakter rengginang yang mudah pecah selama proses pengiriman membuat pemasaran online tidak menjadi pilihan utama.
“Online pernah dicoba, tetapi risikonya besar karena rengginang bisa hancur saat pengiriman. Jadi sekarang lebih fokus ke pasar tradisional dan modern,” jelasnya.
Ahwan juga sengaja tidak memproduksi terlalu banyak stok.
Rengginang umumnya dibuat berdasarkan pesanan agar produk yang dikirim tetap dalam kondisi baik dan renyah setelah digoreng.
Dalam kondisi tertentu, kapasitas pesanan yang terserap pasar dapat mencapai sekitar dua kuintal.




















Tinggalkan Balasan