KEDIRI, Tandaglobal.news Wisata Sumber Complang di Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, kembali menggelar kegiatan pemancingan dan pladu yang menarik perhatian masyarakat. Kegiatan tersebut digelar dalam dua rangkaian, yakni pemancingan selama sepekan dan dilanjutkan kegiatan pladu pada 23 Agustus 2026. Informasi tersebut disampaikan pada Sabtu (12/9/2026).

Perwakilan Pokdarwis Sumber Complang, Lani, mengatakan kegiatan pemancingan di Sumber Complang biasanya digelar satu sampai dua kali dalam setahun.

Setiap pembukaan pemancingan berlangsung selama satu minggu dengan sistem pembagian hari dan area yang telah ditentukan pengelola.

Menurut Lani, persiapan pemancingan dilakukan jauh sebelum kegiatan dimulai.

Pengelola terlebih dahulu memasukkan puluhan ribu bibit ikan ke sumber, kemudian merawatnya hingga ikan tumbuh dan siap dipancing oleh pengunjung.

“Biasanya pemancingan kami adakan satu sampai dua kali dalam setahun. Untuk bibitnya sekitar 70 ribu ekor, kemudian kami rawat sampai besar. Setelah itu baru dibuka untuk pemancingan selama satu minggu,” ujar Lani.

Berbagai jenis ikan disiapkan dalam kegiatan tersebut.

Ikan yang ditebar antara lain nila, tombro, koi, majalaya, tawes, bawal atau bram, serta patin.

Pengelola juga sebelumnya pernah menyediakan area khusus pemancingan ikan lele.

Untuk menjaga ikan hingga mendekati waktu pemancingan, pengelola melakukan penjagaan di kawasan wisata, terutama pada malam hari.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ikan yang telah ditebar agar tetap berada di lokasi hingga kegiatan pemancingan dimulai.

Selain pemancingan, Sumber Complang juga memiliki kegiatan pladu atau menguras sumber.

Dalam kegiatan tersebut, sumber dikuras sehingga masyarakat dapat mengambil ikan secara bersama-sama dengan suasana yang lebih meriah.

“Kalau pladu itu konsepnya sumber dikuras, kemudian masyarakat bisa mengambil ikan bersama-sama. Jadi memang sistemnya keroyokan dan pengunjung bisa ikut mengambil ikan sepuasnya sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan panitia,” jelasnya.

Kegiatan pladu juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Jumlah pengunjung yang datang bahkan cukup banyak sehingga pengelola menyiapkan area parkir tambahan di sebelah timur kawasan Sumber Complang untuk menampung kendaraan pengunjung.

Pengunjung yang mengikuti kegiatan pladu dikenakan tiket masuk sebesar Rp10 ribu per orang, sedangkan biaya parkir sebesar Rp5 ribu.

Sementara itu, tarif pemancingan berbeda berdasarkan hari dan posisi tempat memancing yang dipilih peserta.

Kegiatan pemancingan berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 17.00 WIB.

Pengelola menerapkan sejumlah aturan, di antaranya setiap peserta hanya diperbolehkan menggunakan satu stik atau joran dengan maksimal dua mata kail.

Peserta juga tidak diperbolehkan memasuki area pemancingan sebelum waktu yang telah ditentukan.

Pengelola melarang penggunaan alat tertentu yang dapat mengganggu kegiatan pemancingan serta mewajibkan nomor registrasi atau stiker ditempel pada stik maupun joran.

Sementara pada kegiatan pladu, peserta dilarang menggunakan senjata tajam, setrum, jala, waring, maupun tanjaran.

Pengunjung diperbolehkan menggunakan serok berukuran kecil atau sedang dan harus mengikuti aba-aba dari panitia agar kegiatan berlangsung tertib.

Dengan adanya kegiatan pemancingan dan pladu, Sumber Complang tidak hanya menawarkan suasana wisata alam, tetapi juga menghadirkan aktivitas yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Pengelola berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati wisata sekaligus mengikuti aktivitas di kawasan sumber.