JAWA TIMUR, Tandaglobal.news — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong penguatan tradisi keilmuan pesantren melalui pengembangan ekosistem riset dan pengetahuan. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui pendirian Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur.
Pusat riset tersebut diharapkan menjadi rumah pengetahuan yang menghubungkan berbagai unsur, mulai dari beasiswa, penelitian, repositori, rekomendasi kebijakan, hingga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Penguatan ekosistem riset juga dilakukan melalui Riset Sanad Keilmuan (Risan Jatim). Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk merawat sekaligus mengembangkan warisan intelektual yang tumbuh di lingkungan pesantren.
Dalam pelaksanaannya, ekosistem riset diperkuat dengan melibatkan sekitar 80 peneliti bergelar doktor. Selain itu, dilakukan pemetaan sanad keilmuan, digitalisasi data, penyusunan Atlas Sanad Keilmuan Jawa Timur, serta publikasi hasil penelitian yang diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi kebijakan.
Upaya tersebut tidak hanya bertujuan mendokumentasikan karya dan tradisi keilmuan pesantren. Lebih dari itu, hasil riset diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi salah satu fondasi inovasi dan pembangunan Jawa Timur di masa mendatang.
Sementara itu, program beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah berjalan sejak 2019 juga telah melahirkan berbagai karya ilmiah. Sebanyak 170 karya ilmiah mahasiswa program S3 angkatan 2022 hingga 2025 telah dikompilasi menjadi 17 buku.
“Semua yang ada di sini karya mahasiswa yang mendapat beasiswa dari Provinsi Jatim. Maka dalam semester ini insyaallah S2 Al Azhar Mesir akan mempublish 30 buku hasil resume dari 150 kitab berbahasa Arab,” ungkapnya.
Karya-karya tersebut menjadi bagian dari kekayaan intelektual yang lahir dari mahasiswa penerima beasiswa Pemprov Jatim. Kekayaan intelektual tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dalam pengembangan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur.
“Berdasarkan kekayaan intelektual yang inilah maka kemarin saya meresmikan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur. Mohon do’a semoga bermanfaat,” lanjutnya.
Keberadaan pusat riset tersebut diharapkan mampu memperkuat dokumentasi, pengembangan, serta pemanfaatan pengetahuan pesantren. Dengan demikian, warisan intelektual yang telah berkembang selama ini dapat terus memberikan kontribusi bagi pendidikan, kebijakan publik, dan pembangunan Jawa Timur.




















Tinggalkan Balasan