Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga kekompakan sesama pedagang.
Subagyono menambahkan, para pedagang tetap berharap persoalan pembangunan segera menemukan solusi.
Mereka ingin kondisi alun-alun kembali dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya sehingga aktivitas perdagangan juga bisa berjalan dengan lebih baik.
“Harapan kami sederhana, semoga ada jalan keluar dan pembangunan segera dilanjutkan sampai tuntas. Kami ingin kembali bisa beraktivitas dan berjualan dengan kondisi yang normal,” katanya.
Sementara itu, salah satu pedagang, Nursalin, mengatakan kegiatan istighosah menjadi bentuk kebersamaan para pedagang dalam menghadapi kondisi yang masih belum menentu.
Menurutnya, selain berusaha menyampaikan aspirasi, doa bersama menjadi penguat bagi para pedagang untuk tetap bersabar.
“Kami sebagai pedagang tentu berharap pembangunan ini segera selesai. Istighosah ini menjadi ikhtiar kami bersama, mudah-mudahan doa para pedagang didengar dan ada solusi terbaik sehingga kami bisa kembali berjualan dengan tenang,” ujar Nursalin.
Para pedagang berharap kegiatan istighosah dapat terus menjadi pengingat bahwa perjuangan mereka tidak hanya dilakukan melalui penyampaian aspirasi, tetapi juga dengan menjaga kebersamaan dan memanjatkan doa.
Mereka menanti kepastian agar pembangunan Alun-Alun Kota Kediri dapat kembali berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun para pelaku usaha di sekitarnya.




















Tinggalkan Balasan