KEDIRI, Tandaglobal.news Di tengah ketidakpastian pembangunan Alun-Alun Kota Kediri yang hingga kini belum rampung, para pedagang terdampak terus melakukan berbagai ikhtiar. Selain menyampaikan aspirasi dan berharap kepastian pembangunan, mereka juga menempuh jalur spiritual dengan menggelar istighosah secara rutin.

Kegiatan doa bersama tersebut dilaksanakan setiap bulan pada tanggal 15, setelah salat Isya.

Istighosah diikuti para pedagang Alun-Alun Kota Kediri yang berkenan hadir.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pedagang untuk bersama-sama memanjatkan doa sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah kondisi usaha yang belum kembali seperti sebelumnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Alun-Alun Kota Kediri, Subagyono, mengatakan istighosah merupakan salah satu bentuk ikhtiar batin yang dilakukan para pedagang.

Mereka berharap ada jalan keluar sehingga pembangunan alun-alun yang terhenti dapat kembali berjalan hingga selesai.

“Kami tidak hanya berusaha secara langsung, tetapi juga melakukan ikhtiar melalui doa. Setiap tanggal 15 setelah Isya, kami mengadakan istighosah bersama untuk memohon agar pembangunan alun-alun segera mendapatkan jalan keluar dan bisa dilanjutkan sampai selesai,” ujar Subagyono, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, pelaksanaan istighosah tersebut dilakukan secara mandiri oleh para pedagang.

Biaya operasional dan kebutuhan kegiatan dikumpulkan secara swadaya dari perwakilan pedagang sebagai bentuk kepedulian bersama.

Kegiatan tersebut tidak bersifat wajib bagi seluruh pedagang.

Pedagang yang memiliki kesempatan dan berkenan hadir dapat mengikuti doa bersama tersebut.

Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga kekompakan sesama pedagang.

Subagyono menambahkan, para pedagang tetap berharap persoalan pembangunan segera menemukan solusi.

Mereka ingin kondisi alun-alun kembali dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya sehingga aktivitas perdagangan juga bisa berjalan dengan lebih baik.

“Harapan kami sederhana, semoga ada jalan keluar dan pembangunan segera dilanjutkan sampai tuntas. Kami ingin kembali bisa beraktivitas dan berjualan dengan kondisi yang normal,” katanya.

Sementara itu, salah satu pedagang, Nursalin, mengatakan kegiatan istighosah menjadi bentuk kebersamaan para pedagang dalam menghadapi kondisi yang masih belum menentu.

Menurutnya, selain berusaha menyampaikan aspirasi, doa bersama menjadi penguat bagi para pedagang untuk tetap bersabar.

“Kami sebagai pedagang tentu berharap pembangunan ini segera selesai. Istighosah ini menjadi ikhtiar kami bersama, mudah-mudahan doa para pedagang didengar dan ada solusi terbaik sehingga kami bisa kembali berjualan dengan tenang,” ujar Nursalin.

Para pedagang berharap kegiatan istighosah dapat terus menjadi pengingat bahwa perjuangan mereka tidak hanya dilakukan melalui penyampaian aspirasi, tetapi juga dengan menjaga kebersamaan dan memanjatkan doa.

Mereka menanti kepastian agar pembangunan Alun-Alun Kota Kediri dapat kembali berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun para pelaku usaha di sekitarnya.