Kediri, TandaGlobalNews –Ruas jalan di sekitar Jembatan Gedangsewu Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, menjadi perhatian warga setelah kecelakaan kembali terjadi di titik tersebut. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan, sedikitnya tiga kecelakaan dilaporkan terjadi di lokasi yang sama.
Warga menilai kondisi jalan menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian. Dari arah selatan menuju utara, terdapat bagian jalan yang mengalami penyempitan secara mendadak sehingga pengendara perlu lebih waspada saat melintas.
Joko Suyono, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, mengatakan, kecelakaan yang terjadi baru-baru ini bukan merupakan kejadian pertama. Sebelumnya, dua kecelakaan lain juga terjadi di kawasan tersebut dengan melibatkan kendaraan berat.
“Kalau dihitung, ini sudah yang ketiga dalam satu bulan. Sebelumnya ada truk dari Blitar yang menabrak tembok rumah warga, kemudian ada juga truk bermuatan pasir dari Kunjang yang mengalami kecelakaan di sini,” katanya, Senin (31/8/2026).
Menurut Joko, kondisi tersebut tidak hanya membahayakan kendaraan besar. Pengendara sepeda motor juga disebut beberapa kali mengalami kecelakaan karena tidak menyadari adanya perubahan lebar jalan.
Tingginya potensi kecelakaan membuat warga sekitar berinisiatif melakukan langkah pengamanan secara mandiri. Beberapa ban dipasang di sekitar tepi jalan sebagai penanda sekaligus penghalang agar pengendara lebih mudah mengenali titik yang dianggap berbahaya.
Warga juga melakukan penambalan dan pengecoran pada bagian jalan yang berlubang atau rusak dengan kemampuan swadaya. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Joko mengatakan warga kerap menjadi pihak pertama yang memberikan pertolongan ketika kecelakaan terjadi, terutama pada malam hingga dini hari.
“Kalau ada kecelakaan malam atau dini hari, biasanya warga sekitar yang pertama keluar. Kami membantu korban, mengamankan lokasi dan mengatur kendaraan supaya tidak semakin membahayakan,” ucapnya.
Menurutnya, kepedulian warga tersebut dilakukan karena lokasi berada dekat dengan permukiman. Warga berharap ada perhatian dan penanganan yang lebih menyeluruh terhadap kondisi jalan, sehingga kejadian serupa tidak terus berulang.
Joko juga berharap titik tersebut mendapat evaluasi terkait kondisi permukaan jalan, perubahan lebar jalan, serta sistem peringatan bagi pengguna jalan. Kejelasan marka, rambu, maupun pembatas dinilai dapat membantu pengendara mengetahui adanya penyempitan sebelum memasuki kawasan jembatan.
Bagi warga, pemasangan ban dan perbaikan jalan secara mandiri hanya bersifat sementara. Penanganan yang lebih permanen dinilai diperlukan untuk meningkatkan keselamatan seluruh pengguna jalan, khususnya kendaraan yang melintas pada malam hari.
Reporter: Maulana Rahmadha
Editor : Rizky Rusdiyanto




















Tinggalkan Balasan