Meski berbagai alat pertanian modern semakin mudah ditemukan, peralatan manual hasil pande besi masih memiliki pelanggan tersendiri.

Sejumlah pekerjaan pertanian masih membutuhkan alat sederhana yang dapat digunakan secara langsung tanpa bergantung pada mesin.

Palal juga mengatakan permintaan terhadap produknya mengikuti musim pertanian.

Ketika memasuki musim tebang tebu, misalnya, kebutuhan terhadap arit tebang biasanya ikut meningkat.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya masih mempertahankan usaha yang telah dijalani selama lebih dari lima dekade.

Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, keahlian membuat pande besi juga menjadi keterampilan yang menurutnya perlu tetap dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Selama masih ada yang membutuhkan, saya tetap membuat. Pekerjaan ini sudah saya jalani sejak dulu. Walaupun sekarang zaman sudah modern, alat seperti ini masih diperlukan,” ungkapnya.

Bagi Palal, pande besi bukan sekadar pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan.

Ketelitian, kesabaran, dan kecermatan menjadi bagian penting dalam menghasilkan peralatan yang dapat digunakan dengan baik.

Ia juga tidak mengejar jumlah produksi dalam skala besar.

Usahanya lebih banyak melayani pelanggan yang datang secara langsung dan menerima pesanan sesuai kebutuhan.

Prinsip tersebut membuat proses produksi berjalan secara perlahan, tetapi tetap mengutamakan kualitas.

Setiap alat diperiksa dan dibentuk dengan cermat sebelum diserahkan kepada pembeli.

Di tengah perkembangan teknologi, keberadaan pande besi seperti milik Palal menjadi gambaran bahwa keterampilan tradisional masih memiliki tempat di masyarakat.

Selama kebutuhan terhadap alat pertanian manual tetap ada, tradisi menempa besi dengan tangan pun masih memiliki alasan untuk terus dipertahankan.