Erdian, warga yang merekam peristiwa tersebut, menggambarkan perubahan suasana itu melalui keterangan videonya.

“Niat hati merayakan peresmian jembatan gantung Pongpet Desa Margacinta Cijulang Pangandaran. Suasana gembira berubah panik,” tulis Erdian.

“Baru saja hitungan detik diresmikan oleh bupati, jembatan ini langsung anjlok dan patah,” katanya saat dikonfirmasi.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sejumlah orang yang sempat terjatuh mengalami luka ringan dan langsung mendapat pertolongan.

Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan kemudian menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya kelalaian dalam pengaturan jumlah orang yang melintas saat acara berlangsung.

“Memang kesalahan kami dari Kodim, pada saat pelaksanaan peresmian kami tidak mengontrol kapasitas yang melewati jembatan tersebut. Karena pada saat itu euforia dari pihak kami dengan masyarakat, salah satu destinasi wisata Pangandaran kembali terbuka,” ungkap Citra kepada wartawan, Senin (31/8/2026).

Menurut Dandim, jembatan tersebut memiliki kapasitas beban maksimal sekitar 2 ton, dengan penggunaan aman di kisaran 60 persen dari kapasitas tersebut.

Sebelumnya, jembatan juga telah diuji menggunakan dua sepeda motor dan enam orang dan dinyatakan aman.

Namun, kondisi saat peresmian berbeda karena puluhan orang berada di atas jembatan secara bersamaan.

TNI AD kemudian menjelaskan bahwa insiden tersebut bukan berarti seluruh struktur utama jembatan runtuh.

Bagian yang mengalami gangguan adalah sistem tali sling dan pengikatnya, yang menyebabkan bentang jembatan turun secara tiba-tiba.

Jembatan untuk sementara ditutup dan dilakukan evaluasi serta perbaikan teknis sebelum kembali digunakan masyarakat.