TNI Bangun Jembatan Perintis Garuda di Kebonrejo, Akhiri Penantian Warga Selama 35 Tahun

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, yang dikerjakan melalui program Bakti TNI.
(Foto: TGN/Roni Ardiansyah)

Tandaglobal.news | KEDIRI — Harapan warga Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, untuk memiliki akses penghubung yang layak akhirnya mulai terwujud. Melalui program Jembatan Perintis Garuda Merah Putih, TNI Angkatan Darat membangun jembatan yang telah dinantikan masyarakat selama puluhan tahun. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Bakti TNI yang bertujuan membantu mengatasi kesulitan masyarakat di berbagai daerah.

Kapten Inf Murtono menjelaskan, program tersebut merupakan inisiatif langsung dari TNI Angkatan Darat dan bukan proyek komersial maupun kerja sama pembangunan dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, pembangunan diawali dari laporan Babinsa mengenai kesulitan akses yang dialami warga. Laporan tersebut kemudian diteruskan secara berjenjang mulai dari Koramil, Kodim, Korem, Kodam, hingga Mabes TNI AD, sebelum akhirnya mendapat persetujuan untuk dilakukan survei dan pembangunan.

“Program ini murni Bakti TNI. Berawal dari laporan Babinsa tentang kesulitan masyarakat, kemudian diproses secara berjenjang hingga akhirnya turun perintah untuk membangun jembatan sebagai solusi akses bagi warga,” ujar Kapten Inf Murtono di Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Selasa (30/6/2026).

Dalam program tersebut, TNI menargetkan pembangunan tujuh titik jembatan di Kabupaten Kediri. Hingga kini, empat jembatan telah selesai, sementara pembangunan di Plosoklaten dan Ngancar masih berlangsung. Jembatan yang dikerjakan di Desa Kebonrejo menjadi salah satu proyek penting karena berfungsi menghubungkan antar-RT yang selama ini sulit dilalui kendaraan.

Kapten Inf Murtono menjelaskan, pembangunan menggunakan konstruksi jembatan Aramco, yakni sistem yang memanfaatkan pipa baja bergelombang dengan pondasi batu sehingga proses pengerjaan dapat dilakukan secara lebih efisien pada siang hari. Setiap pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 20 hingga 30 hari dengan melibatkan sekitar 20 personel TNI setiap harinya.

Baca Juga  Ratusan Gamer Ramaikan Kapolres Kediri Kota Cup 2026, Ajang Pembinaan Talenta Esport Muda

Berdasarkan pantauan di lokasi, badan jembatan telah mulai terbentuk dengan konstruksi pasangan batu di kedua sisi dan timbunan tanah di bagian tengah. Lebar badan jalan tampak dirancang untuk akses satu lajur kendaraan roda empat, sehingga nantinya diharapkan mampu mendukung mobilitas warga maupun distribusi hasil pertanian secara lebih aman dan efisien.

Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak memiliki alokasi anggaran khusus dari pemerintah pusat. Material utama berupa Aramco didukung oleh TNI Angkatan Darat, sedangkan kebutuhan lain seperti semen dibantu oleh Dandim serta sejumlah pihak yang memberikan bantuan dalam bentuk material dan alat berat. Seluruh bantuan diterima dalam bentuk barang, bukan uang tunai, sebagai bentuk transparansi pelaksanaan.

Selain personel TNI, masyarakat setempat juga berperan aktif melalui gotong royong, membantu proses pembangunan hingga menyediakan konsumsi bagi para pekerja.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Selama kurang lebih 34 hingga 35 tahun mereka menunggu adanya jembatan ini. Dukungan warga mencapai seratus persen karena mereka merasakan langsung manfaatnya untuk aktivitas sehari-hari,” tambahnya.

Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat Desa Kebonrejo. TNI juga berkomitmen untuk terus melanjutkan program Bakti TNI sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan pembangunan infrastruktur dasar.


Jurnalis: Roni Ardiansyah

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *