JAMBI, Tandaglobal.news — Jauh sebelum dikenal sebagai salah satu pabrik crumb rubber di Kota Jambi, PT Hok Tong telah memiliki perjalanan panjang yang bermula dari kegiatan perdagangan karet alam. Perusahaan ini hadir di Indonesia sejak 1937 dengan nama NV Handel Maatschappij Hok Tong. Dari perusahaan yang pada awalnya bergerak dalam perdagangan dan pengolahan karet secara tradisional, Hok Tong kemudian berkembang menjadi industri pengolahan karet remah yang produknya dipasarkan ke berbagai negara.
Sejarah PT Hok Tong Jambi menjadi bagian dari perjalanan industri karet di Jambi. Perusahaan tersebut berkembang ketika karet alam menjadi salah satu komoditas utama yang menggerakkan perekonomian daerah. Perubahan teknologi, kebijakan perdagangan, standar mutu dan kebutuhan industri dunia kemudian mendorong Hok Tong melakukan perubahan model usaha.
Saat ini, PT Hok Tong Jambi dikenal sebagai produsen SIR 20 yang berlokasi di Jalan Raden Fatah RT 07, Kelurahan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. Data resmi Halcyon Agri mencatat fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi 25.000 metrik ton per tahun, dengan produk utama SIR 20.
Perjalanan dari perusahaan perdagangan karet pada 1937 hingga menjadi bagian dari jaringan industri karet modern membuat nama Hok Tong memiliki posisi tersendiri dalam sejarah ekonomi Jambi.
Awal sejarah pada 1937
Tonggak perjalanan Hok Tong dimulai pada 1937.
Riwayat perusahaan Halcyon Agri mencatat bahwa PT Hok Tong bermula sebagai NV Handel Maatschappij Hok Tong, yang ketika itu berbasis di Palembang. Sementara itu, profil khusus pabrik Jambi menyebut perusahaan didirikan pada 1937 oleh Anson Co. Pte. Ltd. yang berkedudukan di Singapura dan berada dalam jaringan Lee Rubber.
Dokumen korporasi yang lebih baru juga mencatat 6 Desember 1937 sebagai tanggal pendirian PT Hok Tong. Karena itu, 1937 menjadi tahun yang kuat untuk ditempatkan sebagai tonggak awal sejarah badan usaha Hok Tong.
Pada periode awal tersebut, kegiatan perusahaan belum berbentuk industri crumb rubber seperti sekarang.
Hok Tong menjalankan kegiatan perdagangan karet alam.
Aktivitas perdagangan tersebut berkembang seiring besarnya produksi karet di Sumatera. Ketika itu, karet merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu komoditas penting dalam perdagangan internasional.
Jambi, Palembang dan berbagai daerah di Sumatera memiliki hubungan erat dengan perdagangan karet. Hasil produksi dari wilayah perkebunan dikumpulkan, diolah dalam bentuk tertentu dan kemudian dipasarkan ke luar negeri.
Hok Tong berkembang dalam lingkungan perdagangan tersebut.
Dari perdagangan menjadi pengolahan karet
Pada tahap awal, Hok Tong menghasilkan sekaligus memperdagangkan sejumlah bentuk karet alam.
Salah satunya adalah Flat Bark Crepe, sedangkan fasilitas rumah asap menghasilkan Ribbed Smoked Sheet (RSS).
RSS merupakan lembaran karet yang diproduksi melalui proses pengolahan dan pengasapan. Produk seperti ini menjadi salah satu bentuk karet alam yang banyak diperdagangkan sebelum teknologi crumb rubber berkembang.
Profil PT Hok Tong Jambi mencatat bahwa seluruh hasil produksi pada masa awal tersebut kemudian diekspor.
Hal itu menunjukkan bahwa sejak awal sejarahnya Hok Tong telah berorientasi pada pasar internasional.
Hubungan dengan pasar luar negeri kemudian menjadi salah satu ciri yang tetap bertahan ketika perusahaan bertransformasi dari perdagangan dan pengolahan tradisional menuju produksi karet remah.
Jambi dan jaringan perdagangan karet
Keberadaan Hok Tong di Jambi tidak dapat dilepaskan dari posisi karet sebagai komoditas utama daerah.
Jambi memiliki wilayah perkebunan karet yang luas dan sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra produksi karet rakyat.
Bagi perusahaan pengolahan, keberadaan perkebunan tersebut menjadi sumber bahan baku.
Pada masa awal, perdagangan karet berlangsung melalui jaringan pengumpulan dan perdagangan yang menghubungkan wilayah perkebunan dengan pusat-pusat perdagangan.
Kota Jambi mempunyai posisi strategis karena terhubung dengan berbagai wilayah penghasil karet serta jalur perdagangan melalui Sungai Batanghari.
Hok Tong kemudian berkembang sebagai bagian dari jaringan tersebut.
Aktivitas perusahaan pada awalnya tidak hanya berkaitan dengan pabrik, tetapi juga perdagangan bahan karet dan pengiriman produk ke pasar internasional.
Perubahan besar setelah kebijakan 1968
Salah satu titik balik penting dalam perjalanan Hok Tong terjadi pada akhir 1960-an.
Pemerintah Indonesia menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 93/KP/11/68 tanggal 5 November 1968 mengenai larangan ekspor bahan remilling dan hasil rumah asap.
Kebijakan tersebut mengubah kondisi industri karet.
Perusahaan yang sebelumnya mengandalkan perdagangan dan ekspor produk karet dalam bentuk lama harus menyesuaikan kegiatan usahanya.
Bagi Hok Tong, perubahan tersebut mendorong pembangunan fasilitas pengolahan crumb rubber.
Tujuannya adalah menghasilkan karet yang memenuhi sistem standar baru yang dikenal sebagai Standard Indonesian Rubber atau SIR.
Perubahan itu bukan hanya pergantian bentuk produk.
Perubahan tersebut merupakan bagian dari transformasi industri karet Indonesia.
Lahirnya pabrik crumb rubber
Sekitar 1973, Hok Tong mulai mengoperasikan fasilitas pengolahan karet remah di Jambi.
Profil perusahaan menyebut fasilitas tersebut kemudian dikenal sebagai PT PD Hok Tong dan berada di kawasan yang sekarang menjadi Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur.
Dengan berdirinya fasilitas crumb rubber, aktivitas perusahaan mengalami perubahan yang signifikan.
Bahan olahan karet tidak lagi sekadar diperdagangkan dalam bentuk hasil pengolahan tradisional.
Bahan tersebut diproses melalui rangkaian produksi industri untuk menghasilkan karet remah dengan spesifikasi teknis.
Produk itu kemudian dikenal sebagai SIR.
Perubahan tersebut membawa Hok Tong memasuki babak baru sebagai perusahaan industri pengolahan karet.
Apa itu crumb rubber?
Crumb rubber atau karet remah merupakan karet alam yang telah diproses menjadi bentuk remah, kemudian dikeringkan dan dipadatkan.
Dalam proses industri, bahan baku yang berasal dari karet rakyat harus melalui sejumlah tahapan.
Secara umum, bahan olahan terlebih dahulu diperiksa. Selanjutnya dilakukan pencacahan, pencucian, penggilingan dan pengeringan. Setelah itu produk diuji untuk memastikan karakteristiknya sesuai spesifikasi sebelum dikemas.
Pada pabrik modern, proses tersebut melibatkan mesin produksi, laboratorium serta sistem pengendalian mutu.
PT Hok Tong Jambi juga menjalankan proses produksi melalui tahapan basah dan kering, kemudian dilanjutkan pemeriksaan sampel di laboratorium serta pengendalian kualitas.
Perubahan teknologi tersebut membuat industri karet mampu menghasilkan produk yang lebih konsisten dibandingkan karet dalam bentuk tradisional.
SIR 20 menjadi produk utama
Produk utama PT Hok Tong Jambi saat ini adalah SIR 20.
Halcyon Agri mencatat PT Hok Tong Jambi sebagai fasilitas dengan produk SIR 20 dan kapasitas produksi tahunan 25.000 metrik ton. Pabrik tersebut juga tercatat menerapkan standar ISO 9001, ISO 14001, SNI 1903 dan HeveaPro.
SIR 20 merupakan salah satu jenis karet alam yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri.
Karet dengan spesifikasi tersebut dapat digunakan untuk berbagai produk karet, termasuk kebutuhan industri ban.
Karena itu, kualitas menjadi salah satu faktor penting dalam kegiatan pabrik.
Perusahaan harus memastikan bahan baku yang diterima memenuhi persyaratan tertentu dan produk akhir tetap konsisten dengan spesifikasi yang ditetapkan pelanggan.
Bahan baku berasal dari karet rakyat
Berbeda dengan perusahaan perkebunan yang mempunyai lahan karet sendiri, PT Hok Tong Jambi dikenal sebagai perusahaan pengolahan.
Penelitian mengenai industri karet Jambi mencatat Hok Tong mengolah bahan seperti slab dan cup lump menjadi karet remah SIR 20. Penelitian tersebut juga menyebut industri pengolahan ini tidak mempunyai lahan atau perkebunan karet sendiri.
Kondisi tersebut membuat hubungan dengan jaringan pemasok bahan baku menjadi sangat penting.
Bahan olahan karet berasal dari wilayah penghasil karet, kemudian dikumpulkan dan dikirim menuju pabrik.
Dengan model tersebut, keberlangsungan pabrik sangat dipengaruhi oleh produksi karet rakyat.
Ketika produksi kebun menurun, pasokan bahan baku ke pabrik dapat ikut berkurang.
Sebaliknya, ketika produksi meningkat, pabrik dapat memperoleh pasokan lebih besar untuk diproses.
Hubungan dengan petani
Hubungan antara industri crumb rubber dan petani menjadi bagian penting dari perekonomian karet Jambi.
Petani berada pada bagian awal rantai pasok.
Mereka menghasilkan lateks atau bahan olahan karet dari kebun masing-masing.
Bahan tersebut kemudian masuk ke jaringan perdagangan sebelum akhirnya sampai ke pabrik.
Di fasilitas pengolahan, bahan baku diproses menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.
Rantai tersebut menciptakan hubungan ekonomi antara wilayah pedesaan dan industri perkotaan.
Pabrik membutuhkan bahan baku, sedangkan petani membutuhkan pasar.
Hubungan itu membuat industri pengolahan karet mempunyai peranan dalam menjaga keberlangsungan ekonomi komoditas karet.
Dari Jambi ke pasar dunia
Salah satu ciri utama Hok Tong adalah orientasinya terhadap ekspor.
Sejak masa awal, produk perusahaan telah dipasarkan ke luar negeri.
Orientasi tersebut terus berlanjut setelah perusahaan berkembang menjadi produsen crumb rubber.
Penelitian mengenai PT Hok Tong Jambi menyebut produk perusahaan diekspor ke sejumlah pasar luar negeri, termasuk China dan Amerika Serikat, selain pasar lain di Asia dan Eropa.
Dengan demikian, karet yang diproses di Jambi tidak hanya beredar di pasar lokal.
Produk tersebut menjadi bagian dari rantai pasok global.
Karet yang berasal dari perkebunan rakyat Jambi diproses di pabrik, kemudian dikirim melalui jaringan logistik dan perdagangan internasional kepada perusahaan industri.
Pelanggan dari industri ban
Produk Hok Tong juga digunakan oleh sejumlah perusahaan industri besar.
Sumber yang membahas profil PT Hok Tong Jambi mencatat pelanggan antara lain Bridgestone, Cooper Tires, Goodyear, Michelin, Sumitomo Tires dan Yokohama.
Sumber akademik yang lebih baru juga menyebut Hok Tong sebagai pemasok crumb rubber untuk sejumlah perusahaan lokal dan internasional, termasuk Sumitomo, Bridgestone, Goodyear dan Michelin.
Keterhubungan dengan perusahaan ban memperlihatkan posisi Hok Tong dalam rantai industri yang panjang.
Di satu sisi terdapat petani karet.
Di sisi lainnya terdapat industri manufaktur kendaraan dan ban.
Di antara kedua bagian tersebut terdapat perusahaan pengolahan seperti Hok Tong yang mengubah bahan olahan karet menjadi bahan baku industri.
Perubahan nama menjadi PT Hok Tong
Perubahan penting berikutnya terjadi pada 1998.
Menurut profil perusahaan, nama PT PD Hok Tong kemudian berubah menjadi PT Hok Tong untuk menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
Meskipun nama perusahaan berubah, lokasi dan jenis usaha tidak mengalami perubahan mendasar.
Kegiatan utamanya tetap berupa pengolahan karet remah dan hasil produksi dipasarkan ke luar negeri.
Perubahan nama tersebut menjadi salah satu tahapan penyesuaian perusahaan terhadap struktur hukum dan perkembangan industri di Indonesia.
Nama PT Hok Tong kemudian menjadi identitas yang digunakan hingga sekarang untuk fasilitas Jambi.
Masuknya Anson Co. ke Halcyon Agri
Babak penting berikutnya terjadi pada 2014.
Profil PT Hok Tong Jambi menyebut pada tahun tersebut Anson Co. bergabung dengan Halcyon Agri Corporation.
Perubahan tersebut membawa Hok Tong masuk ke dalam kelompok usaha karet dengan jaringan yang lebih luas.
Halcyon Agri kemudian mengembangkan bisnis karet dari hulu hingga hilir, termasuk perdagangan, pengolahan dan distribusi.
Dalam struktur tersebut, pabrik Hok Tong Jambi menjadi salah satu fasilitas pengolahan karet yang berada dalam jaringan perusahaan.
Halcyon Agri dan jaringan pengolahan karet
Halcyon Agri memiliki jaringan pengolahan karet di berbagai wilayah.
Data resmi perusahaan saat ini mencatat PT Hok Tong Jambi sebagai salah satu fasilitas pengolahan karet di Indonesia.
Pabrik tersebut tercatat dengan kode pabrik SCL, produk SIR 20, kapasitas 25.000 metrik ton per tahun dan pelabuhan muat Jambi.
Jaringan tersebut menunjukkan bagaimana industri karet yang awalnya berkembang melalui perusahaan-perusahaan lokal kemudian mengalami konsolidasi.
Perusahaan dengan sejarah puluhan tahun dapat menjadi bagian dari jaringan yang lebih besar dengan akses terhadap pasar dan rantai pasok internasional.
Lokasi di Sijenjang
Pabrik PT Hok Tong Jambi berada di Jalan Raden Fatah RT 07, Kelurahan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi.
Lokasi tersebut menjadi tempat kegiatan pengolahan karet yang berkembang sejak sekitar 1973.
Halcyon Agri mencatat koordinat fasilitas berada di kawasan Sijenjang dan menetapkan Jambi sebagai pelabuhan pemuatan.
Posisi tersebut memiliki nilai strategis untuk kegiatan ekspor.
Produk karet yang telah selesai diproses perlu dikirim dari pabrik menuju pelabuhan sebelum masuk ke jaringan perdagangan internasional.
Kapasitas produksi
Data mengenai kapasitas produksi memperlihatkan perkembangan fasilitas Hok Tong.
Profil perusahaan dalam sejumlah sumber sebelumnya mencatat kapasitas sekitar 30.000 ton per tahun, sedangkan data resmi Halcyon Agri yang lebih baru mencatat kapasitas 25.000 metrik ton per tahun.
Perbedaan angka tersebut tidak harus dipandang sebagai kontradiksi sejarah.
Kapasitas produksi dapat berubah karena kondisi fasilitas, kebijakan produksi, investasi, permintaan pasar dan metode pencatatan.
Untuk kondisi terbaru yang tercantum pada laman resmi Halcyon Agri, angka 25.000 metrik ton per tahun menjadi angka yang lebih tepat digunakan.
Tenaga kerja
Sebagai industri pengolahan, Hok Tong membutuhkan tenaga kerja dalam berbagai bidang.
Data Halcyon Agri saat ini mencatat 238 pekerja di fasilitas PT Hok Tong Jambi.
Kegiatan pabrik melibatkan berbagai fungsi.
Ada pekerja produksi yang menjalankan proses pengolahan, petugas pengendalian mutu, bagian gudang, pemeliharaan mesin, lingkungan, administrasi, logistik hingga manajemen.
Penelitian mengenai struktur organisasi PT Hok Tong Jambi juga menyebut bagian manajemen, HRD, EHS, keuangan dan akuntansi, pengiriman serta purchasing logistic.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa industri crumb rubber modern bukan hanya kegiatan produksi secara fisik.
Di balik proses tersebut terdapat sistem manajemen yang cukup kompleks.
Pengendalian kualitas
Kualitas menjadi bagian penting dalam kegiatan Hok Tong.
Produk karet yang akan dikirim kepada pelanggan industri harus memenuhi spesifikasi yang ditentukan.
Karena itu, bahan baku diperiksa sebelum masuk ke proses produksi.
Setelah diproses, sampel produk diuji di laboratorium.
Hasil pengujian tersebut digunakan untuk menentukan apakah produk memenuhi standar.
Penelitian mengenai PT Hok Tong Jambi menyebut proses produksi mencakup pembelian bahan baku, produksi basah dan kering, pengujian sampel laboratorium serta pemeriksaan quality control.
Sistem tersebut penting karena pelanggan internasional membutuhkan konsistensi kualitas.
Standar dan sertifikasi
Halcyon Agri mencatat PT Hok Tong Jambi menerapkan sejumlah standar.
Di antaranya:
- ISO 9001, berkaitan dengan sistem manajemen mutu;
- ISO 14001, berkaitan dengan sistem manajemen lingkungan;
- SNI 1903, berkaitan dengan spesifikasi karet alam;
- HeveaPro, standar dan sistem terkait rantai pasok karet alam.
Keberadaan standar tersebut menunjukkan perubahan besar dalam industri karet.
Pabrik tidak cukup hanya menghasilkan karet dalam jumlah besar.
Perusahaan juga harus mampu menunjukkan konsistensi kualitas, pengelolaan lingkungan dan pemenuhan persyaratan rantai pasok.
Pengelolaan lingkungan
Perkembangan industri karet juga meningkatkan tuntutan terhadap pengelolaan lingkungan.
Proses pengolahan menggunakan air dan menghasilkan limbah yang harus dikelola.
Profil pabrik yang lebih lama mencatat keberadaan instalasi pengolahan air limbah atau IPAL dengan sistem lumpur aktif.
Sementara itu, Halcyon Agri saat ini mencatat penerapan ISO 14001 pada fasilitas PT Hok Tong Jambi.
Hal tersebut menunjukkan bahwa aspek lingkungan menjadi bagian dari pengelolaan pabrik modern.
Pengelolaan lingkungan diperlukan agar kegiatan produksi dapat berlangsung tanpa memberikan dampak yang tidak terkendali terhadap lingkungan sekitar.
Tantangan bahan baku
Salah satu tantangan utama industri crumb rubber adalah ketersediaan bahan baku.
Hok Tong tidak mempunyai perkebunan karet sendiri di Jambi sehingga keberlangsungan produksi bergantung pada jaringan pemasok.
Produksi karet rakyat dapat berubah karena cuaca, harga komoditas, perawatan kebun, usia tanaman dan keputusan petani.
Ketika harga karet rendah dalam waktu panjang, petani dapat mengurangi intensitas penyadapan atau mengubah pola pengelolaan kebun.
Dampaknya dapat dirasakan oleh industri pengolahan.
Karena itu, perusahaan harus menjaga hubungan dengan jaringan pemasok sekaligus memastikan bahan baku memenuhi standar kualitas.
Tantangan harga karet dunia
Harga karet alam sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global.
Karet merupakan komoditas yang diperdagangkan secara internasional sehingga perubahan permintaan industri otomotif dan ban dapat memengaruhi pasar.
Ketika industri otomotif tumbuh, permintaan ban dapat meningkat dan kebutuhan karet ikut terdorong.
Sebaliknya, perlambatan ekonomi dunia dapat menekan permintaan.
PT Hok Tong juga menghadapi kondisi tersebut.
Penelitian mengenai perusahaan mencatat pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan permintaan dan penjualan sehingga produksi harus dikurangi untuk menyesuaikan kondisi pasar.
Peristiwa tersebut menjadi contoh bagaimana industri lokal sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global.
Pandemi dan penyesuaian produksi
Pandemi COVID-19 menjadi salah satu tantangan terbaru yang memengaruhi perjalanan bisnis Hok Tong.
Pembatasan aktivitas ekonomi di berbagai negara menyebabkan industri otomotif dan manufaktur mengalami gangguan.
Dampaknya kemudian dirasakan oleh rantai pasok karet.
Penelitian Universitas Dinamika Bangsa mengenai PT Hok Tong Jambi mencatat selama pandemi perusahaan mengalami kerugian akibat penurunan penjualan. Kondisi tersebut membuat produksi perlu disesuaikan agar tidak semakin membebani kinerja perusahaan.
Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa meskipun mempunyai sejarah panjang, perusahaan tetap menghadapi tantangan seperti industri global lainnya.
Kebutuhan terhadap inovasi
Sejarah panjang Hok Tong juga memperlihatkan pentingnya inovasi.
Perusahaan telah mengalami sejumlah perubahan besar.
Pada awalnya perusahaan bergerak dalam perdagangan karet alam.
Kemudian berkembang menjadi pengolah crumb rubber.
Selanjutnya masuk ke jaringan korporasi internasional.
Setiap perubahan tersebut terjadi karena lingkungan bisnis juga mengalami perkembangan.
Penelitian mengenai PT Hok Tong Jambi menyebut perusahaan terus melakukan inovasi agar dapat bersaing dalam industri crumb rubber pada era globalisasi.
Inovasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan mesin.
Pengelolaan produksi, sistem informasi, pengendalian kualitas, logistik dan kemampuan memenuhi permintaan pelanggan juga menjadi bagian dari daya saing.
Industri karet sebagai penggerak ekonomi Jambi
Kisah Hok Tong merupakan bagian dari cerita yang lebih luas mengenai industri karet Jambi.
Provinsi Jambi menjadi salah satu daerah penghasil karet penting di Indonesia.
Data penelitian berbasis BPS menunjukkan produksi karet Jambi mencapai ratusan ribu ton dalam beberapa tahun terakhir, meskipun mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.
Di tengah kondisi tersebut, industri pengolahan menjadi penghubung antara produksi perkebunan dengan pasar.
Pabrik membeli dan mengolah bahan karet, menghasilkan SIR, kemudian memasarkannya kepada pelanggan.
Dengan demikian, keberadaan industri seperti Hok Tong membantu menciptakan nilai tambah di daerah.
Dari perusahaan lokal menuju rantai pasok global
Perjalanan Hok Tong selama hampir sembilan dekade menunjukkan perubahan besar dalam industri karet Indonesia.
Pada 1937, perusahaan hadir sebagai perusahaan perdagangan karet.
Beberapa dekade kemudian, kebijakan pemerintah mendorong perubahan menuju produksi crumb rubber.
Sekitar 1973, pabrik pengolahan karet remah mulai beroperasi.
Pada 1998, nama perusahaan berubah menjadi PT Hok Tong.
Pada 2014, Anson Co. bergabung dengan Halcyon Agri.
Kini, fasilitas Jambi menjadi salah satu pabrik dalam jaringan pengolahan karet Halcyon Agri.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa sejarah perusahaan merupakan gabungan antara perubahan teknologi, kebijakan perdagangan dan konsolidasi bisnis.
Catatan tentang tahun 1937 dan 1938
Terdapat satu perbedaan kecil dalam sumber yang perlu dicatat.
Sejumlah profil perusahaan dan penelitian mencantumkan 1937 sebagai tahun berdirinya Hok Tong.
Halcyon Agri dalam laman sejarah korporasinya juga mencatat 1937 sebagai tahun PT Hok Tong didirikan sebagai NV Handel Maatschappij Hok Tong.
Namun, laman pengolahan Halcyon Agri saat ini mencantumkan fasilitas PT Hok Tong Jambi dengan tahun established 1938.
Perbedaan tersebut kemungkinan berkaitan dengan perbedaan antara tahun pendirian perusahaan dan tahun pendirian atau pencatatan fasilitas tertentu.
Karena itu, untuk sejarah perusahaan secara keseluruhan, 1937 menjadi tahun yang paling konsisten dengan riwayat korporasi dan sejumlah penelitian. Sementara angka 1938 dapat dipahami sebagai tahun yang digunakan dalam profil fasilitas Jambi oleh Halcyon Agri.
Warisan hampir sembilan dekade
Jika dihitung sejak 1937 hingga sekarang, sejarah Hok Tong telah berlangsung hampir sembilan dekade.
Selama periode tersebut, dunia mengalami perubahan besar.
Indonesia mengalami pergantian era politik dan ekonomi.
Industri otomotif berkembang pesat.
Teknologi pengolahan karet mengalami perubahan.
Standar mutu semakin ketat.
Pasar ekspor semakin terintegrasi.
Namun, kebutuhan terhadap karet alam membuat industri pengolahan seperti Hok Tong tetap mempunyai peranan penting.
Perusahaan yang bermula dari perdagangan karet kini menjadi bagian dari rantai pasok industri karet global.




















Tinggalkan Balasan